
Mimbar Maritim – Medan
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengunjungi Pelabuhan Belawan Medan, meninjau progres Terminal Petikemas Fase I dan II. Menhub dalam kunjungan kali ini ingin melihat kesiapan TPK Belawan Fase II dalam rencana pengoperasian dan Progress TPK Fase I yang rencananya akan dikerjasamakan dengan PT. Pelindo I.
“Sekarang di Medan (Sumatera Utara) kita punya dua pelabuhan yaitu Belawan dan Kuala Tanjung. Untuk Belawan, ada beberapa hal yang akan dilakukan, yaitu kita akan lakukan KSP (Kerja Sama Pemanfaatan) dengan Pelindo I untuk dikembangkan. Kita harapkan volume perdagangan akan lebih meningkat karena lokasinya lebih besar dan saya minta adanya upaya untuk meningkatkan pelayanan terutama pengerukan yang masih menjadi masalah,” kata Menhub Budi Karya Sumadi dalam keterangan persnya kepada awak media di Medan, Sabtu (4/1/2020).
Menhub mengatakan, secara prinsip Kemenhub sudah setuju bahwa Terminal Petikemas ini akan dikelola Pelindo I, namun demikian masih harus menunggu rekomendasi dari Kementerian Keuangan.
Lebih lanjut, Menhub menjelaskan pengembangan TPK Belawan Fase I memiliki panjang dermaga 350 meter yang dikerjakan oleh Kemenhub, sementara TPK Belawan Fase II juga memiliki panjang 350 meter, yang pembangunannya dilakukan PT. Pelindo I.

” Dengan adanya Terminal Peti Kemas Fase I dan II, Pelabuhan Belawan akan mendapat tambahan dermaga sepanjang total 700 m dengan total kapasitas sebesar 800.000-900.000 teus/tahun, dan kedalaman kolam 14 m LWS yang mampu melayani kapal post panamax atau kapal dengan bobot 50.000 DWT. Dengan demikian, total kapasitas Terminal Peti Kemas Belawan Fase I dan II ditambah terminal peti kemas eksisting saat ini, nantinya akan mencapai dua juta teus/tahun,” terangnya.
Menurut dia, Pembangunan Terminal Peti Kemas Belawan Fase II diharapkan mampu mendorong dan memfasilitasi pertumbuhan ekonomi dan perdagangan nasional, khususnya daerah Sumatera Utara dan sekitarnya, serta dapat mendorong laju pertumbuhan lalu lintas peti kemas di Pelabuhan Belawan.

“Kuala Tanjung itu strategis sekali, di selat Malaka sudah disediakan jalan tol dan jalan kereta api. Jadi jika ada suatu pelabuhan tidak didukung oleh suatu industri maka dia hanya berfungsi sebagai transhipment. Sekarang kita akan mengkombinasikan Kuala Tanjung itu atas dua fungsi. Satu sebagai transhipment dan satu lagi sebagai destinasi dari dan menuju Kuala Tanjung,” katanya.
Menhub menyebutkan ada inisiasi bagus dari Pertamina, dimana Pertamina akan membuat storage dan refinery di Kuala Tanjung. Jika Kuala Tanjung ada refinery dan storage yang besar pasti diikuti dengan industri ikutan seperti Petrokimia dan sebagainya.

” Oleh karenanya saya akan segera melaporkan kepada pak Presiden untuk inisiatif ini. Pemda juga mendukung untuk menyiapkan sesuatunya seperti penyelesaian pembebasan tanah. Saya pikir sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, swasta ini harus dilakukan. Supaya ini ada suatu solusi untuk Kuala Tanjung dan Sumut,” pungkas Menhub.
Turut hadir dalam kunjungan Menhub sekaligus meninjau, Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah, Plt. Walikota Medan Akhyar Nasution, Dirjen Perhubungan Laut R. Agus Purnomo dan Direktur Utama Pelindo I Dian Rachmawan.(Ody – Humas Perhubungan)
