mimbarmaritim.id (Tanjung Priok)
Sebagai salah satu langkah strategis dalam memperkuat dan meningkatkan operasional pelabuhan Tannjung Priok, Kantor Kesyahbadaran dan Otoritas Pelabuhan (KSO) Utama Tanjung Priok telah menyelenggarakan rapat pembentukan Business Continuity Management System (BCMS) Pelabuhan Tanjung Priok, bertempat diruang Rapat Lt.9 PT Pelabuban Indonesia (Persero)/ Pelindo Regional 2 Cabang Tanjung Priok, Selasa (28/10/2028).
Rapat Pembentukan BCMS Pelabuhan Tanjung Priok ini dipimpin langsung oleh Kepala KSOP Utama Tanjung Priok, Capt. Heru Susanto, M.M., didampingi Kabib Pengawasan dan Penindakan Kurniawan,S.E, M.Si dan Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Yandri Tri Saputra, yang dihadiri Pelindo Group, perwakilan dari berbagai instansi pemerintah dan para pemangku kepentingan (stakeholders) di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok.

Kepala KSOP Utama Tanjung Priok Capt.Heru Susanto mengatakan kegiatan pembentukan BCMS Pelabuhan Tanjung Priok ini tujuannya adalah untuk membangun sistem manajemen keberlangsungan usaha di lingkungan pelabuhan, guna memastikan bahwa setiap potensi gangguan (musibah) yang terjadi dapat diantisipasi dengan baik dan cepat melalui mitigasi risiko serta strategi penanganan yang terukur.
Menurut, Capt.Heru Susanto, pembentukan BCMS merupakan langkah strategis dan sangat penting dalam menjaga kelancaran layanan dan operasional pelabuhan Tanjung Priok “Dengan adanya sistem ini, kita berharap seluruh unsur yang berkepentingan di Pelabuhan Tanjung Priok memiliki panduan dan kesiapan yang sama dalam menghadapi situasi darurat, sehingga pelayanan kepada masyarakat dan pengguna jasa tetap dapat berjalan optimal,” katanya.
“Melalui rapat ini, diharapkan terbentuk komitmen bersama antar instansi dan stakeholder dalam mewujudkan pelabuhan yang tangguh, responsif dan berdaya saing tinggi dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang,” tutup Cap.Heru Susanto.(Red-MM).
