
mimbarmaritim.id (Jakarta)
Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Priok, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, menjalin kerja sama dengan Akademi Maritim Djadajat dalam rangka peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) maritim melalui penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan keselamatan pelayaran.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama yang dilaksanakan di Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok, Jumat (6/3/2026)
Perjanjian kerja sama ditandatangani oleh Kepala Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok, Fourmansyah, S.H., M.M., M.H., dan Direktur Akademi Maritim Djadajat, Ir. Nuradi, S.H., M.H., M.Eng. Kerja sama ini merupakan bentuk sinergi antara instansi pemerintah dan lembaga pendidikan maritim dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia pelayaran yang profesional dan berstandar internasional.
Sebagai unsur penegak hukum di laut di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok memiliki peran strategis dalam memastikan keselamatan dan keamanan pelayaran, penegakan hukum di laut, serta perlindungan lingkungan maritim.
Melalui kerja sama ini, Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok menyediakan dukungan sarana dan prasarana pelatihan serta instruktur kompeten dalam bidang keselamatan maritim, antara lain pelatihan Fire Fighting (pemadaman kebakaran di kapal), Marine Pollution (penanggulangan pencemaran laut), serta Basic Safety Training di laut.
Sementara itu, Akademi Maritim Djadajat menyediakan dukungan fasilitas pendidikan dan sistem pembelajaran maritim yang mendukung peningkatan kompetensi taruna maupun tenaga profesional di bidang pelayaran.
Program pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan mengacu pada ketentuan Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers (STCW) yang ditetapkan oleh International Maritime Organization (IMO) serta telah diratifikasi oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan.
Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi SDM maritim nasional serta mendukung terwujudnya sistem keselamatan pelayaran yang lebih baik di Indonesia.(Red-MM).
