
mimbarmaritim.com (Jakarta)
Kementerian Perhubungan kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kali ini, sebanyak 768 dus bantuan dengan berat kurang lebih 7,9 ton diberangkatkan melalui jalur laut menggunakan KM Tidar untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
Bantuan ini diserahkan secara simbolis oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Arif Toha kepada PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) PELNI di Terminal Penumpang Nusantara, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, hari ini Sabtu (29/8/2026).
Bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan keluarga besar Kementerian Perhubungan yang dilaksanakan dari tanggal 15 hingga 22 Agustus 2026 sebagai bentuk kepedulian dan empati kepada masyarakat terdampak bencana di NTT.
“Sebagai wujud kepedulian dan empati untuk saudara – saudara kita di NTT, Kantor Pusat Kementerian Perhubungan terpanggil untuk bergerak cepat merespons situasi darurat ini melalui penggalangan bantuan yang melibatkan seluruh pegawai yang dilaksanakan mulai tanggal 15 hingga 22 Agustus 2026,” kata Arif Toha kepada awak media, di Pelabuhan Tanjung Priok, Sabtu (29/8/2026).
Arif Toha menjelaskan bantuan yang dihimpun terdiri atas berbagai kebutuhan masyarakat terdampak, antara lain kebutuhan pokok, makanan siap saji, selimut, tikar, serta sejumlah kebutuhan pendukung lainnya. Sebagian bantuan yang terkumpul sebelumnya juga telah disalurkan melalui Pos Pendukung Logistik Nasional (Posduklognas) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Halim Perdanakusuma pada 22 dan 24 Agustus 2026.
“Pengiriman melalui KM Tidar ini merupakan bagian dari upaya memperluas jangkauan distribusi bantuan setelah sebelumnya penyaluran juga dilakukan melalui jalur udara. Pemanfaatan jalur laut diharapkan dapat mengakomodasi pengiriman bantuan dalam jumlah lebih besar sekaligus mendukung kelancaran distribusi logistik ke sejumlah wilayah terdampak di NTT,” ujarnya.
Arif Toha menuturkan KM Tidar akan membawa bantuan menuju NTT dengan Pelabuhan Maumere sebagai salah satu titik tujuan. Selanjutnya, bantuan akan didistribusikan untuk menjangkau masyarakat terdampak melalui sejumlah wilayah dan pelabuhan di NTT, antara lain Maumere, Labuan Bajo, Kupang, dan Larantuka. Distribusi melalui beberapa titik tersebut diharapkan dapat membantu pemerataan penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dia juga menyampaikan Kementerian Perhubungan mengapresiasi dukungan PT PELNI yang turut serta memfasilitasi pengangkutan logistik kemanusiaan melalui KM Tidar. Sinergi ini menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan dapat bergerak dari titik pengumpulan hingga menjangkau wilayah terdampak secara aman dan tepat sasaran.
“Kami menyampaikan apresisai dan penghargaan yang setinggi – tingginya kepada PT Pelni atas sinergi, dukungan, dan komitmen dalam memfasilitasi pengiriman logistik ini menggunakan KM Tidar langsung menuju Pelabuhan Maumere. Melalui kolaborasi antar sektor ini, kami berharap rantai pasok bantuan kemanusiaan dapat berjalan cepat, aman, dan tepat sasaran hingga ke tangan masyarakat yang benar – benar membutuhkan di lokasi terdampak,” kata Arif Toha.
Selain pengiriman dari Jakarta, lanjut Arif Toha, bahwa dukungan kemanusiaan juga bergerak dari berbagai daerah. Sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Perhubungan yang memiliki lokasi dan akses lebih dekat dengan wilayah NTT telah bergerak secara mandiri menyalurkan bantuan langsung kepada masyarakat. Pengiriman bantuan juga dilakukan dari sejumlah pelabuhan lainnya, sebagai bagian dari besarnya dukungan berbagai pihak terhadap masyarakat terdampak.
Arif Toha menambahkan Kementerian Perhubungan juga terus mengupayakan dukungan layanan transportasi untuk membantu mobilisasi serta distribusi logistik ke wilayah terdampak dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan. Kehadiran layanan transportasi menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran rantai pasok bantuan, terutama untuk menjangkau wilayah yang membutuhkan dukungan logistik dalam jumlah besar.
Perjalanan KM Tidar menuju NTT diperkirakan memerlukan waktu sekitar dua hari. Sekjen Arif berharap seluruh proses pengangkutan hingga distribusi bantuan kepada masyarakat dapat berlangsung dengan aman dan lancar.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala KSOP Utama Tanjung Priok Capt Heru Susanto, Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut PT PELNI Hana Suhardi, Executive General Manager Pelindo Cabang Tanjung Priok Yandri Trisaputra, Kepala Cabang PT PELNI Jakarta Muhammad Ardiansyah, dan Sekretaris Perusahaan PT PELNI Ditto Papilanda.(Red-MM)
#
