


Mimbarmaritim.com (Makassar)
PT Pelindo Jasa Maritim, Subholding dari Pelindo melakukan workshop Awak Kapal sebagai bagian dari upaya standarisasi layanan di bidang marine. Untuk mewujudkan layanan yang dengan standar yang sama di seluruh wilayah kelolaannya, Subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM) menggelar workshop transformasi awak kapal.
Hal ini diharapkan dapat langsung berdampak pada peningkatan layanan yang dirasakan manfaatnya oleh pemakai jasa. Standarisasi marine merupakan komitmen SPJM dalam mendukung Standarisasi Operasi MEPS untuk service excellence khususnya dalam bidang Marine.
Hal ini dilakukan melalui pengembangan kapasitas sumber daya manusia, khususnya crew armada kapal. Para awak diberikan berbagai materi untuk mendukung dan meningkatkan kompetensi mereka, mulai dari penanaman nilai AHKLAK sebagai budaya inti di Pelindo hingga materi substansial lainnya.
Pola bisnis yang terus berubah menuntut adaptasi yang tinggi. Pasca serah terima operasi, awak kapal diharuskan memahami dengan baik proses bisnis eksisting dan mampu beradaptasi terhadap potensi perubahan pola bisnis penundaan kapal. Dimana membangun kepemimpinan di berbagai level, membangun lingkungan kerja yang harmonis dan ber-kolaborasi dalam mencapai tujuan merupakan target pelaksanaan workshop.
Awak kapal adalah sumber daya Pelindo dengan Job Desk utama sebagai Crew kapal tunda. Untuk itu secara komprehensif mereka digugah untuk menguasai Basic Ship Maintenance dan Troubleshooting berupa pengenalan dan sosialisasi tata cara pola pemeliharaan dan perbaikan permesinan kapal sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, materi dasar namun sangat krusial dalam menjalankan tugas sehari-hari adalah Basic Vessel / atau Tug’s Operation sebagai upaya untuk memahami tata cara pengoperasian kapal tunda (harbour tug) dengan baik dan benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.



Mereka juga mendalami Basic HSSE Marine dimana mereka wajib mengenali dan memahami posisi job desk masing-masing serta sejauh mana tingkat kesadaran awak kapal terhadap keselamatan kapal. Tak lupa awak yang merupakan garda terdepan layanan marine ini dibekali dengan Basic Safety Practice untuk menghadapi dengan penuh tanggung jawab praktik keselamatan dan keamanan dalam pelayanan penundaan kapal.
Tubagus Patrick Tribudi Utama Iskandar, Sekretaris Perusahaan PT Pelindo Jasa Maritim melalui keterangan tertulisnya diterima redaksi Mimbar Maritim, Senin (12/6/2023) menyampaikan awak kapal adalah ujung tombak layanan marine yang wajib memiliki kompetensi dalam melaksanakan job desknya.
Lebih lanjut, Patrick mengatakan dibutuhkan marine awareness dari setiap crew kapal, bagaimana mereka merespon keadaan darurat, serta menerapkan K3 tanpa kompromi demi keselamatan bersama.
“Setiap keluarga tentu sangat mendambakan orang-orang yang mereka cintai pulang dengan selamat, itu yang ingin kami penuhi di perusahaan ini,” lanjut Patrick.
Drill K3L atau simulasi pelatihan dilakukan untuk menanamkan kesadaran crew akan pentingnya selalu waspada dan terlatih menangani kondisi darurat sebelum menimbulkan fatalitas. Fire repression drill misalnya, digelar di berbagai wilayah kelolaan dan diikuti pada crew agar mereka menguasai langkah-langkah penanganan kondisi darurat.
Dengan demikian mereka diharapkan tetap tenang dan secara cepat mengambil langkah yang benar dalam situasi darurat.
Ini merupakan inisiasi perusahaan untuk menjadi semakin baik dari sisi internal khususnya bidang Marine di 37 pelabuhan. Untuk tahun 2023, secara bertahap, cabang yang menjadi prioritas utama pelaksanaan standarisasi marine di tahun ini adalah Belawan, Tanjung Priok, Makassar, Balikpapan, Ambon, dan Sorong.
Syah Alam, Marine Manager Graha Power Kaltim, salah satu Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) yang mendapat layanan dari Pelindo di Bontang mengatakan bahwa kordinasi yang dilakukan oleh crew kapal SPJM dalam memberikan layanan sudah baik sejak tahun 2019 sebelum merger hingga saat ini berubah menjadi Subholding Pelindo.
“Selama proses pemanduan dan penyandaran kapal, layanan yang diberikan Pelindo Jasa Maritim baik, kordinasinya baik, dan komunikasi kami lancar selalu,”ungkapnya.
Andi Triwijaya Sakti, Marine Superintendent Terminal Khusus PT PAU yang mendapatkan layanan di Luwuk Banggai menyampaikan hal senada. Mulai saat kordinasi hingga pemberian layanan, didapati layanan yang baik untuk penyandaran kapal di dermaga.
“Tim pelayanan pemanduan telah memberikan layanan yang prima dan efektif terhadap kapal-kapal yang sandar di dermaga kami sehingga dapat berjalan aman dan lancar,” kata Andi.
Tubagus Patrick Tribudi Utama Iskandar, Sekretaris Perusahaan SPJM menambahkan pelayanan adalah prioritas perusahaan. Hal-hal penting yang menjadi hightlight dalam standarisasi ini adalah pengembangan kapasitas crewing kapal karena perannya sangat signifikan dalam mendukung layanan kepada pemakai jasa.(Red-MM).
