


Mimbarmaritim.com (Pekanbaru)
Kementerian Perhubungan Cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Direktorat Kenavigasian melalui Kantor Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Dumai melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Prototype Penetapan Alur Pelayaran Pelabuhan Tanjung Buton. Dalam Rangka Mendukung Keselamatan Pelayaran bertempat di Royal Asnof Hotel Pekanbaru. Senin (12/9/2023) lalu.
FGD dihadiri oleh Widyaisawaya Utama Kementerian Perhubungan Ir. Sugihardjo, M.Si dan Dr. Cris Kuntadi, CA., CPA., QIA., FCMA., CGMA Perwakilan dari PUSHIDROSAL Letkol Dhony Agies Muliawan, Kepala Sub Dit Penataan Alur dan Perlintasan Yan Prastomo Ardi, perwakilan Para Kepala UPT di Lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Distrik Navigasi, KSOP, Otoritas Pelabuhan Utama Belawan, Perwakilan dari Pemerintah Daerah Provinsi Riau dan Kabupaten Siak, dan BUP/TUKS/TERSUS/ABUPI Provinsi Riau dan para Stakeholder terkait lainnya. yang hadir secara luring maupun daring.
FGD dibuka langsung oleh Capt. Budi Mantoro,. M.Si., M.Mar, Direktur Kenavigasian ,Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Dalam sambutannya manyampaikan target Direktorat Kenavigasian untuk penetapan 600 Alur Pelayaran di seluruh Indonesia, untuk itu perlu kerjasama yang baik antara Pemerintah baik pusat maupun daerah dan pelaku dunia usaha serta stakeholder terkait lainnya.
Acara FGD dimoderatori Wisnu dari Direktorat Kenavigasian, Pemaparan materi pertama oleh Narasumber dari Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Dumai, Agus Budiyono, A.Md. memaparkan tentang hasil yang diperoleh dari pelaksanaan survey mandiri yang dilakukan tim Survey Mandiri Alur Pelayaran Disnav Tipe A Kelas I Dumai di pelabuhan Tanjung Buton.



“Kedalaman Alur Pelayaran Masuk Pelabuhan Tanjung Buton diketahui yang berkisar dari – 11 Meter LWS sampai dengan – 27 mLws, sehingga draft maksimal kapal 9.5 m yang dapat melintasi pada koridor Alur masuk Pelabuhan Tanjung Buton pada saat Surut Terendah karena terdapat pipa bawah laut di Alur Perlintasan masuk Pelabuhan Tanjung Buton,” jelasnya.
Sementara paparan kedua disampaikan oleh Direktorat Kepelabuhanan yang diwakilkan oleh Anggoro melalui Zoom Meeting. menyampaikan mengenai Rencana Induk Pelabuhan (RIP) Tanjung Buton, Fasilitas Penunjang Pelabuhan, Data Kunjungan Kapal dan Proyeksinya dari tahun ke tahun dan Rencana Kebutuhan Fasilitas di Pelabuhan Tanjung Buton.
Sedangkan Letkol. Dhony Agies Muliawan dari Pushidrosal menyampaikan peran Pushidrosal dalam survey hidrografi sesuai aturan Internasional dan fungsi Pushidrosal sebagai penyedia resmi Peta Laut Indonesia dan publikasi Nautika serta sebagai penyedia data dan informasi hidrografi guna dukungan dan pengembangan nasional bidang maritim.
Pemateri terakhir, Agus Prabowo Dany Utomo dari Sub Dit Penataan Alur dan Perlintasan Direktorat Kenavigasian yang dalam paparannya menjelaskan beberapa dasar hukum terkait Alur Pelayaran di Laut sesuai dengan PP No 5 Tahun 2010 Tentang Kenavigasian. Selanjutnya untuk tahapan/proses penetapan alur tertuang dalam PM 129 Tahun 2016 tentang Alur-Pelayaran dan Bangunan dan/atau Instalasi di Perairan sebagaimana telah diubah dengan Permenhub No. PM 40 Tahun 2021.
Usai pemamaparan acara FGD tersebut dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab seputar penetapan alur pelayaran pelabuhan Tanjung Buton. FGD ditutup oleh Kepala Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Dumai Gigih Retnowati menyampaikan melalui FGD ini diharapkan Penetapan Alur Pelayaran Masuk Pelabuhan Tanjung Buton dapat segera ditetapkan dengan Keputusan Menteri Perhubungan.(Red-MM).
