
Mimbarmaritim.com (Jakarta)
Kementerian Perhubungan Cq Direktorat Jenderal Perhubungan melalui Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai melakukan kegiatan Marpolex (Marine Pollution Exercise ) atau Latihan Bersama Penanggulangan Tumpahan Minyak di Laut, Tingkat Nasional 2023 memasuki hari ke empat, melakukan gelar apel pasukan, sebagai kesiapan melangsungkan kegiatan lapangan di perairan luar dan Pelabuhan Tanjung Priok, Kamis (19/10/2023)
Gelar apel pasukan dipimpin langsung Plt Direktur Jenderal Perhubungan Laut selaku Pembina Dr.Antoni Arif Priyadi didampingi Direktur KPLP Jon Kenedi dan diikuti seluruh peserta kegiatan latihan Marpolex Tingkat Nasional 2023, berlangsung dari tanggal 16-21 Oktober 2023.
Capt Antoni pada kesempatan itu usai gelar apel pasukan mengatakan, bahwa masalah di laut bukan hanya sebatas kecelakaan kapal saja, tapi juga adanya tumpahan minyak yang mengakibatkan terjadinya pencemaran. Karena tumpahan minyak merupakan satu potensi ancaman, yang dampaknya banyak, dan akan membutuhkan banyak instansi untuk mengatasi dan menangani.
“Sehingga akibat tumpahan minyak di laut dampaknya banyak instansi yang menangani itu, maka melalui kegiatan Marpolex 2023 latihan atau penanggulangan tumpahan minyak tersebut, tentu melibatkan banyak unsur,” kata Capt.Antoni.

Capt. Antoni menjelaskan akibat tumpahan minyak yang didahului dengan kecelakaan kapal, maka membutuhkan instansi terkait diantaranya Badan SAR, tumpahan minyak yang membutuhkan penanggulangan pencemaran membutuhkan KPLP dan Bakamla. Untuk mengetahui kemana arah minyak yang tumpah membutuhkan BMKG, dampak hukum atas tumpahan minyak tersebut membutuhkan instansi Polri
Menurut dia, bahwa inti dari kegiatan penaggulangan ini adalah kesiapan dan kemampuan untuk kolaborasi dan sinergitas semua pihak dalam menanggulangi ketika terjadi tumpahan minyak di laut.
Capt Antoni menyebutkan egiatan praktik bersama penaggulangan tumpahan minyak berlangsung dengan skenario, ada kapal yang mengalami keadaan kecelakaan, lalu ada tumpahan minyaknya. Dari skenario itu dilakukan kegiatan penangulangan tumpahan minyak dan menyelamatkan awak kapal.
Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi yang diwakili Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Laut Dr. Capt Antoni Priyadi dalam sambutannya menyampaikan, sebagai negara yang tergabung dalam keanggotaan IMO, Indonesia mempunyai tugas untuk turut serta berperan aktif dalam perlindungan lingkungan maritim.

“Latihan National Marpolex 2022 merupakan salah satu bukti nyata komitmen pemerintah Indonesia dalam perlindungan lingkungan maritim, dan implementasi dari konvensi-konvensi IMO,” ujarnya.
Capt Antoni mengatakan Provinsi DKI Jakarta khusuanya Pelabuhan Tanjung Priok merupakan kawasan strategis yang memegang peran penting dalam pelayaran internasional dan pelayaran domestik. Pelabuhan Tanjung Priok merupakan pelabuhan tersibuk di Indonesia dengan perkiraan lebih dari 50 % dari seluruh arus barang yang keluar dan masuk ke Indonesia melewati pelabuhan Tanjung Priok dan menjadi penyokong utama perekonomian Indonesia.
“Untuk itu kah Pelabuhan Tanjung Priok dipilih sebagai lokasi penyelengaraan National Marpolex 2023 dengan tujuan untuk menguji kesiapan personil dan peralatan penanggulangan pencemaran di perairan khususnya sebagai lokasi perbantuan apabila terjadi musibah pelayaran di kawasan paling padat aktifitas pelayaran,” jelasnya.

Lebih lanjut, Capt Antoni mengungkapkan kejadian tumpahan minyak di laut telah beberapa kali terjadi di perairan Indonesia, baik dalam skala lokal hingga lintas batas negara. Sebagai contoh tumpahan minyak dalam skala lokal adalah tumpahan minyak di Perairan Karawang yang dekat dengan wilayah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2019 akibat kebocoran pipa gas pada sumur minyak YYA-1 milik PHE ONWJ. Sedangkan dalam skala internasional tercatat pada tahun 2009 terdapat tumpahan minyak dari Montara Wellhead Platform di perairan Laut Timor Australia yang tumpahan minyaknya memasuki perairan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia dan menimbulkan kerusakan lingkungan dan kerugian sosial ekonomi masyarakat.
“Tujuan National Marpolex 2023 diantaranya adalah untuk menguji coba dan mengevalusi prosedur penanggulangan tumpahan minyak dalam skala lokal, daerah dan nasional, serta melatih dan meningkatkan kerjasama dan kapabilitas dalam operasi pengamatan, pengamanan, pencarian dan pertolongan, pemadaman kebakaran, penanggulangan tumpahan minyak, serta dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat tumpahan minyak di laut,” ungkapnya
Capt Antoni, menambahkan Latihan National Marpolex 2023 dapat terwujud berkat sinergi dan kerja sama antara Kementerian Perhubungan Bersama Kementerian /Lembaga terkait sesuai dengan amanat dari Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2006 tentang Penanggulangan Keadaan Darurat Tumpahan Minyak di Laut dan dukungan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selaku Ketua Tim Daerah.(Red-MM).
