


Mimbarmaritim.com (Jakarta)
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Cq Direktorat KPLP melalui Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PPLP) kelas I Tanjung Priok dengan sigap menanggapi terjadinya insiden perompakan terhadap kapal TB. Royal 27 /TK Royal 27 di wilayah perairan Kalimantan Selatan, Sabtu (3/2/2024) yang lalu.
Kronolis kejadian tersebut terjadi di tengah laut setelah kapal berlayar dari Muara Sampit ke Manggis, Kalimantan Selatan. Kapal TB. Royal 27 /TK Royal 27, mengalami penyekapan nahkoda dan awak kapal selama kurang lebih 27 jam. Informasi yang di dapat dari Nahkoda TB. Royal 27 terindikasi bahwa perompak tersebut dengan menggunakan sarana kapal SPOB Bagas Danar Jaya 01. Para perompak saat melaksanakan aksinya dengan menggunakan dan membawa Senjata Api dan Senjata Tajam.
Atas kejadian perompakan tersebut dilaporkan kerugian akibat insiden para korban mengalami kerugian meliputi : muatan minyak Fame (Fatty Acid Methyl Ester) uang dan barang pribadi kru, barang kapal serta alat navigasi yang di rusak.



Insiden perompakan tersebut dilaporkan oleh Company Security Officer (CSO) PT. Pancaran Maritim Transportindo Capt. Dwi Hardiyanto. Setelah menerima laporan Kepala Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas I Tanjung Priok, Dr. Triono, S.Pel. M.M, langsung segera memerintahkan kapal Negara Patroli KN. Jembio-P. 215 untuk melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap pelaku perompakan tersebut dengan melakukan penanganan aksi perompakan sesuai dengan prosedur Sistem Keamanan Maritim.
Kepala Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok, Dr. Triono S.Pel., M.M., melalui keterangan persnya diterima redaksi Mimbar Maritim hari ini, Senin (5/2/2024) menyampaikan bahwa pihaknya telah merespon cepat dan melaksanakan operasi atas kejadian itu dengan melakukan : Persiapan personal, Sarana Prasarana Patroli, Persenjataan Api dan Amunisi, Kapal Patroli dan RIB, Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan Intelijen.
Triono, juga mengimbau agar semua pihak untuk tetap waspada dan bekerjasama dalam menjaga keamanan di laut dan Pantai serta berkoordinasi dengan TNI AL, POLRI di lapangan, dengan segera menginformasikan setiap kejadian dengan Security Alarm System ke stasiun radio Pantai terdekat atau sarana lainnya. Informasi lebih lanjut akan disampaikan seiring berjalannya proses penanganan dan investigasi lebih lanjut terhadap insiden ini.(Red-MM).
