
Mimbarmaritim.com (Makassar)
Dalam rangka meningkatkan kesadaran pegawai saat melaksanakan kegiatan sehari-sehari yang sangat untuk perlu diperhatikan beraktivitas adalah terkait kesadaran tentang keselamatan kesehatan kerja (K3) dilingkungan pekerjaan. PT Subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM) sebagai salah satu Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui Departemen Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) telah mengadakan 4 (empat) batch workshop Basic Life Support & Basic Safety selama bulan Oktober 2024 yang lalu. Workshop ini diadakan sekaligus di 4 (empat) wilayah kerja SPJM dalam kurun waktu selama 4 (empat) minggu.
Demikian disampaikan Sekretaris Perusahaan SPJM Tubagus Patrick melalui keterangan tertulisnya diterima redaksi Mimbar Maritim hari ini, Senin (23/12/2024).
Patrick menjelaskan Workshop ini diadakan untuk mengajarkan dan melatih keterampilan dasar dalam menangani situasi darurat, khususnya pada kasus henti jantung, henti napas dan cedera ringan. Dalam kesempatan ini, peserta workshop diperkenalkan konsep Basic Life Support (BLS), termasuk teori dasar mengenai sistem pernapasan, sirkulasi, dan tanda-tanda vital.
Tidak hanya itu, lanjut Patrick, para peserta juga diajarkan teknik Resusitasi Jantung Paru (CPR) dengan cara kompresi dada dan bantuan napas, serta penangan situasi tersedak menggunakan metode manuver Heimlich baik pada orang dewasa maupun anak-anak. Dijelaskan juga metode pertolongan pertama lainnya, antara lain cara membersihkan luka ringan dan menghentikan pendarahan.
Patrick menyebutkan bahwa rangkaian workshop ini dimulai pada tanggal 8 Oktober 2024 di Wilayah 4 SPJM di kota Makassar, dilanjutkan di SPJM Wilayah 3 Surabaya pada tanggal 14 Oktober 2024. Selanjutnya, di Wilayah 2 SPJM, workshop dilaksanakan pada tanggal 21 Oktober 2024 di Jakarta. Sebagai penutup rangkaian kegiatan, workshop batch 4 digelar di Wilayah 1 SPJM, pada tanggal 29 Oktober 2024 di kota Batam. Peserta workshop sejumlah 30 orang per batch, yang terdiri dari pegawai dan tenaga pengamanan dan kebersihan SPJM.
“Sebagai pemateri dalam workshop ini, SPJM menghadirkan tenaga medis ahli atau dokter dari Rumah Sakit Primasatya Husada Citra, yaitu Dokter Muhammad Iqbal di Makassar dan Batam, Dokter Muhammad Alim Setiawan di Jakarta, dan Dokter Fardiansyah Dwiristyan di Kota Surabaya,” ucapnya.
Patrick mengatakan bahwa selain diberikan pengetahuan teoritis, para peserta workshop juga melakukan aktivitas simulasi dan uji kompetensi. Dalam simulasi ini, para peserta diberikan contoh situasi darurat untuk menguji penerapan teori teknik BLS yang telah dipelajari, untuk memastikan para peserta siap menghadapi situasi darurat sebenarnya.
“Dengan dilaksanakannya pelatihan melalui workshop ini, diharapkan peserta dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta kepercayaan diri dalam menghadapi situasi darurat. Melalui Pelatihan ini akan dapat mengurangi risiko kecelakaan dan melindungi nyawa serta menunjukkan komitmen SPJM dalam menciptakan safety awareness di seluruh lingkungan kerjanya,” tutup Patrick. (Red-MM).
