

mimbarmaritim.id (Sampit)
Aktivitas bongkar muat (B/M) di Terminal Petikemas (TPK) Bagendang Bumiharjo, Kalimantan Tengah tetap berlangsung normal pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), Jumat (1/5/2026) yang lalu. Di tengah momentum yang identik dengan isu ketenagakerjaan, operasional terminal justru berjalan lancar berkat sinergi antara operator pelabuhan dan tenaga kerja bongkar muat.
Kelancaran tersebut tidak lepas dari kolaborasi antara Pelindo Group dan Koperasi Jasa Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Karya Bahari Sampit yang terus menjaga stabilitas arus logistik di wilayah Kalimantan Tengah. Aktivitas di lapangan tetap berlangsung dengan ritme yang terjaga, memastikan distribusi barang tidak terganggu.
Terminal Head TPK Bagendang Bumiharjo, Akhmad Fajar, mengatakan bahwa koordinasi yang baik antar seluruh pihak menjadi kunci utama dalam menjaga produktivitas terminal.
“Sinergi yang terbangun selama ini membuat operasional tetap berjalan lancar, bahkan di momentum seperti Hari Buruh. Ini menjadi pondasi penting dalam mendorong kinerja bongkar muat yang semakin optimal,” kata Akhmad Fajar, melalui keterangan resmi diterima Mimbar Maritim, hari ini Selasa (5/5/2026).
Hal senada disampaikan Ketua Koperasi Jasa TKBM Karya Bahari Sampit, Nurhadi. Ia menegaskan kesiapan tenaga kerja dalam mendukung kelancaran operasional pelabuhan.
“Kami memastikan seluruh tenaga kerja siap menjalankan tugas dengan baik, sehingga arus logistik bagi masyarakat tetap terjaga,” katanya.
Di sisi lain, lanjut Akhmad Fajar, peringatan May Day kemarin juga dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat budaya keselamatan kerja. Manajemen TPK Bagendang Bumiharjo menggelar kegiatan Safety Stand Down yang diikuti oleh pekerja dan mitra kerja di lingkungan terminal.
“Melalui kegiatan ini, operasional dihentikan sementara untuk memberikan ruang bagi edukasi dan evaluasi terkait penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Para pekerja mendapatkan pembekalan mengenai identifikasi potensi bahaya, penggunaan alat pelindung diri, hingga prosedur tanggap darurat,” ungkapnya.
Ahkmad Fajar menjelaskan Manajemen menilai, langkah ini penting untuk memastikan setiap pekerja memiliki pemahaman yang sama terkait standar keselamatan. Dengan demikian, potensi risiko kecelakaan kerja dapat ditekan, sekaligus menjaga keberlanjutan operasional yang aman dan produktif.
“Upaya tersebut juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menanamkan budaya “safety first” di lingkungan kerja, dengan target jangka panjang terciptanya zero accident,” tambah Akhmad Fajar.
“Dengan operasional yang tetap berjalan normal serta penguatan aspek keselamatan kerja, TPK Bagendang Bumiharjo menunjukkan perannya dalam menjaga kelancaran logistik sekaligus memastikan perlindungan bagi para pekerja di sektor kepelabuhanan,” pungkasnya.(Red-MM)
