
mimbarmaritim.id (Jakarta)
PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC) menyelenggarakan Pelatihan Sertifikasi Basic K3 bagi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) berkolaborasi dengan Badan Diklat TKBM Indonesia. Pelatihan berlangsung selama dua hari, pada tanggal 12 – 13 Agustus 2026, yang lalu bertempat di Ruang Dojo, Terminal Internasional, Branch Jakarta
Kegiatan pelatihan sertifikasi Basic K3 ini diikuti 36 orang TKBM di lingkungan PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. Hal ini merupakan salah satu wujud pelaksanaan dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan IPCC dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor kepelabuhanan.
Program ini diselenggarakan untuk meningkatkan kompetensi para pekerja tenaga bongkar muat di bidang keselamatan dan kesehatan kerja, khususnya dalam memahami risiko kecelakaan kerja, mengidentifikasi potensi bahaya, menggunakan alat pelindung diri, serta melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan.
Melalui program ini, IPCC ingin memastikan setiap TKBM yang beraktivitas di lingkungan terminal memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan K3 yang memadai dalam menjalankan tugas operasional sehari – hari.
Materi pelatihan dirancang secara komprehensif, mencakup pemahaman terhadap Undang – Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, dasar – dasar K3 dan identifikasi potensi bahaya di tempat kerja, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) secara tepat, hingga penanganan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K).
“Seluruh materi disampaikan oleh instruktur yang kompeten di bidangnya agar peserta benar – benar memahami risiko kecelakaan kerja dan mampu mengambil langkah pencegahan maupun penanganan awal yang tepat. Di akhir rangkaian pelatihan, peserta juga akan mengikuti sesi evaluasi guna mengukur pemahaman yang telah diperoleh selama dua hari pelatihan berlangsung,” demikian disampaikan Direktur Keuangan, SDM dan Manajemen Risiko PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk, Wing Megantoro kepada Mimbar Maritim, di Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Wing menyebutkan pelaksanaan program ini didukung berbagai pemangku kepentingan, diantaranya Serikat Pekerja TKBM Indonesia, Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Kota Administrasi Jakarta Utara, serta Badan Diklat TKBM Indonesia. Kolaborasi ini mencerminkan pentingnya sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan organisasi pekerja dalam memperkuat budaya keselamatan kerja di lingkungan pelabuhan.
“Sinergi lintas pihak ini diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan kerja pelabuhan yang aman, tertib, dan produktif,” ungkap Wing.
Wing Megantoro mengatakan terkait penyelenggaraan program ini, bahwa TKBM merupakan bagian krusial dari ekosistem operasional terminal sehingga keselamatan mereka menjadi tanggung jawab yang tidak bisa ditawar. IPCC ingin pelatihan ini menjadi penguatan budaya K3 secara berkelanjutan.
“Kami berharap seluruh peserta yang telah mengikuti pelatihan dengan aktif dan disiplin, agar pengetahuan yang diperoleh benar – benar diterapkan dalam aktivitas kerja sehari – hari. Budaya K3 harus menjadi bagian dari cara kita bekerja, sehingga setiap kegiatan operasional dapat berjalan dengan aman, tertib, dan produktif,” pungkas Wing Mengantoro.
Kegiatan pelatihan sertifikasi Basic K3 ini melibatkan manajemen IPCC turut hadir dalam kegiatan melalui Direktur Keuangan, SDM dan Manajemen Risiko PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk, Senior Manager SDM dan Umum, dan Branch Manager Jakarta. (MM-01).
