
mimbarmaritim.id (Kupang)
Kementrian Perhubungan RI cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang ada di wilayah kerjanya Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Luar NTT menyalurkan bantuan sembako bagi masyarakat terdampak gempa M 7,7 di Flores. Bantuan sembako tersebut telah diberangkatkan dari Kupang paa Selasa (18/8/2026) kemarin.
Selain sembako, ada juga bantuan lain berupa : air bersih, obat-obatan, selimut, dan tenda yang diangkut menggunakan Kapal Negara KN NIPA milik Distrik Navigasi Kupang.
Tak hanya mendistribusikan bantuan, Kapal tersebut juga melaksanakan pemantauan dan perbaikan sarana bantuan navigasi pelayaran (SBNP) di perairan Flores guna memberikan keselamatan pelayaran bagi keluar masuknya kapal – kapal diwilayah perairan NTT pasca gempa.
KN NIPA bertolak dari Pelabuhan Kupang pukul 00.31 WITA. Kapal diperkirakan tiba di Maropokot, Flores pada besok Kamis siang, 20 Agustus 2026.
Pembongkaran bantuan akan dipusatkan di daerah Reo dan Maropokot. Sebab, kedua wilayah tersebut termasuk yang paling parah terdampak gempa.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Kupang Simon B. Baon mengatakan, penyaluran ini merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat di sekitar pelabuhan terdampak.
“Donasi ini sebagai tali asih dan kepedulian kita terhadap masyarakat yang terdampak akibat gempa di Flores,” kata Simon kepada awak media di Kupang, Selasa (18/8/2026) kemarin.
Menurut Simon, bantuan tersebut berasal dari keluarga besar Ditjen Perhubungan Laut khususnya wilayah NTT dan luar NTT.
Simon menyebutkan distribusi bantuan ini akan ditujukan untuk masyarakat di sekitar Pelabuhan Labuan Bajo, Reo, Maropokot, Ende, Sikka, dan pelabuhan lain di Flores.
Simon menambahkan pihaknya berharap melalui bantuan tersebut, semoga bisa bermanfaat bagi masyarakat yang terdampak bencana alam di sekitaran pelabuhan.(Red-MM)
