mimbarmaritim.id (Surabaya)
Pemulihan masyarakat di sejumlah wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, masih berlangsung setelah gempa bumi yang terjadi pada tanggal 15 Agustus 2026 lalu. Di sejumlah titik, aktivitas penanganan bencana masih berjalan, sementara sebagian warga masih bertahan di posko dan tenda darurat karena kondisi yang belum sepenuhnya pulih.
Di tengah situasi tersebut, PT Pelindo Daya Sejahtera (PDS) hadir memberikan dukungan bagi masyarakat terdampak. Pada tanggal 30 – 31 Agustus 2026, perwakilan PDS melalui Regional Bali Nusra mendatangi sejumlah titik di Flores untuk menyalurkan bantuan sembako dan kebutuhan pokok kepada masyarakat terdampak gempa.
Tiga lokasi yang menjadi titik penyaluran PDS yakni BNPB Maumere, BNPB Ende, dan Kampung Nanganae, Kabupaten Manggarai Barat. Penyaluran dilakukan dengan menyesuaikan kondisi di masing-masing lokasi, baik melalui koordinasi dengan pihak yang menangani penanggulangan bencana maupun secara langsung kepada masyarakat.
Di Maumere dan Ende, bantuan PDS diserahkan kepada BNPB setempat untuk selanjutnya disalurkan kepada warga terdampak. Sementara di Kampung Nanganae, bantuan diberikan secara langsung kepada 16 kepala keluarga yang terdampak gempa.
Kondisi di Kampung Nanganae menjadi salah satu gambaran situasi yang masih dihadapi masyarakat. Saat perwakilan PDS tiba pada tanggal 30 Agustus 2026, sejumlah warga masih menempati tenda darurat yang dibangun secara mandiri. Beberapa rumah mengalami kerusakan, sementara gempa susulan yang masih terjadi membuat warga memilih tetap berada di tenda dan belum sepenuhnya kembali menjalankan aktivitas di rumah.
Kebutuhan sehari-hari menjadi perhatian warga di tengah kondisi tersebut. Persediaan bahan makanan dan kebutuhan pokok mulai menipis, sehingga dukungan yang dapat langsung digunakan masyarakat menjadi hal yang penting selama masa pemulihan. Sambutan positif pun datang dari masyarakat penerima bantuan.
Warga juga menyampaikan apresiasi atas kepedulian PDS dan dukungan yang diberikan di tengah situasi yang masih mereka hadapi pascagempa. Di Ende dan Maumere, kondisi posko terpantau relatif baik dan kondusif. Petugas BNPB bersama unsur TNI, Polri, Tim SAR, serta pihak lainnya masih bersiaga dan memantau perkembangan gempa susulan serta kondisi masyarakat di wilayah terdampak.
Sekretaris Perusahaan PDS, Bayu Widyafrasta, mengatakan bahwa kehadiran PDS di tengah masyarakat terdampak merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap kondisi yang sedang dihadapi warga.
“Ketika kami melihat langsung kondisi warga yang masih bertahan di tenda darurat, kami bisa memahami bahwa kebutuhan mereka tidak berhenti ketika situasi tanggap darurat mulai berlalu. Makanan, air minum, dan kebutuhan sehari-hari tetap diperlukan. Karena itu, kami membawa dukungan yang mudah-mudahan bisa membantu warga melewati hari – hari mereka selama kondisi belum sepenuhnya pulih,” ujar Bayu Widyafrasta.
Bayu menambahkan pemulihan pascagempa masih menjadi perjalanan yang panjang bagi sebagian warga Flores. Di tengah proses tersebut, PDS berharap dukungan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat dan memberi sedikit ruang bagi mereka untuk menata kembali kehidupan setelah gempa.(Red-MM).
