mimbarmaritim.id (Kotawaringin Barat)
Dalam rangkaian peringatan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) Tahun 2026 yang diselenggarakan pada Kamis (10/9/2026) lalu, PT Pelindo Terminal Petikemas melalui Terminal Peti Kemas (TPK) Bumiharjo mempertegas komitmennya dalam menjaga stabilitas rantai pasok dan kelancaran arus logistik di Kabupaten Kotawaringin Barat. Komitmen ini diwujudkan melalui penguatan sinergi strategis dengan para pengguna jasa, mitra kerja, dan pemangku kepentingan di lingkungan Pelabuhan Kumai.
Bagi TPK Bumiharjo, momentum Harpelnas tidak hanya menjadi ajang perayaan rutin, melainkan ruang strategis untuk menyerap aspirasi dan kebutuhan langsung dari pelaku usaha. Kolaborasi yang solid antar-pemangku kepentingan diyakini menjadi kunci utama dalam memastikan kelancaran distribusi logistik yang berdampak langsung pada pergerakan ekonomi daerah.
Terminal Head TPK Bagendang Bumiharjo, Akhmad Fajar, mengatakan bahwa TPK Bumiharjo memiliki peran sentral dalam mendukung aktivitas bongkar muat dan distribusi barang logistik melalui Pelabuhan Bumiharjo-Kumai.
“Kelancaran operasional di dalam terminal tidak hanya berdampak pada indikator kinerja pelabuhan, tetapi merupakan urat nadi yang memastikan arus barang dan kebutuhan esensial masyarakat bergerak secara efektif dan berkesinambungan. Oleh karena itu, sinergi dengan seluruh pihak adalah mutlak,” kata Akhmad Fajar melalui keterangam resmi diterima redaksi Mimbar Maritim, Senin (14/9/2026).
Fajar menjelaskan peran sentral dan komitmen menjaga operasional tersebut tecermin langsung dari kinerja positif perusahaan. Tercatat, arus peti kemas di TPK Bumiharjo telah mencapai 30.626 TEUs, mengalami peningkatan lebih dari 6% dibandingkan capaian pada tahun 2025 yang berada di angka 28.846 TEUs. Tren positif ini sekaligus menjadi indikator menggeliatnya aktivitas perdagangan dan ekonomi di wilayah Kotawaringin Barat.
Langkah proaktif Pelindo ini mendapat apresiasi dari para pelaku industri pelayaran dan tenaga kerja pelabuhan.
Ketua DPC Indonesian National Shipowners Association (INSA) Kotawaringin Barat, Majekur Arajak, menilai hubungan kemitraan yang transparan sangat krusial dalam menghadapi dinamika logistik di lapangan.
“Kami mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin baik dengan TPK Bumiharjo. Melalui momentum Hari Pelanggan ini, kami berharap komunikasi yang solid dapat terus dipertahankan, sehingga berbagai tantangan operasional di lapangan dapat diselesaikan bersama-sama demi mewujudkan ekosistem logistik yang semakin efisien,” ungkap Majekur.
Sebagai penyedia layanan, TPK Bumiharjo juga bersikap terbuka terhadap masukan dari pelanggan.
Pimpinan Temas Shipping Kumai, Willy Octora Rahu, selaku perwakilan pelayaran petikemas, menekankan pentingnya keandalan infrastruktur.
“Kami berharap TPK Bumiharjo terus menjaga dan meningkatkan kesiapan fasilitas serta peralatan bongkar muat, sehingga Service Level Agreement (SLA) kepada pengguna jasa dapat terus optimal dan memberikan nilai tambah bagi efisiensi pelayaran,” kata Willy.
Menanggapi hal tersebut, lanjut Fajar, manajemen Pelindo Terminal Petikemas memastikan bahwa masukan dari pelanggan akan menjadi landasan utama dalam evaluasi dan peningkatan kualitas layanan (continuous improvement).
“Perusahaan menyadari bahwa pelayanan prima (service excellence) lahir dari kesiapan operasional yang dibarengi dengan komunikasi terbuka di seluruh lini ekosistem logistik,” ungkap Fajar.
Fajar menambahkan mengusung semangat Harpelnas 2026, “Melayani dengan Hati, Mempererat Sinergi, Menguatkan Ekosistem Logistik,” Pelindo Terminal Petikemas optimistis bahwa ekosistem yang terintegrasi akan mendorong aktivitas perdagangan dan distribusi barang di Kotawaringin Barat untuk terus tumbuh, serta memberikan multiplier effect yang positif bagi perekonomian daerah maupun secara nasional.(MM-01).
