

mimbarmaritim.id (Jakarta)
PT Pelindo Solusi Maritim (PSM), sebagai anak usaha dibawah pengelolaan PT Pelindo Jasa Maritim serta mendukung terciptanya ekosistem maritim di lingkungan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Group, melaksanakan Pelatihan Pengoperasian dan Pemeliharaan Alat Bongkar Muat menggunakan daya listrik kepada tim operasional bongkar muat di 6 Cabang Wilayah Regional 2 dengan total 16 alat bongkar muat yang telah dimodifikasi sumber daya penggerak utamanya sebagai tonggak penting dalam upaya mewujudkan pelabuhan hijau bebas polusi melalui penggunaan energi bersih.
Kegiatan peningkatan kapabilitas ini sukses dilaksanakan selama 3 hari, tanggal 22-24 September 2026 lalu di Ciawi, Jawa Barat pada Pusat Pelatihan (Corporate University) Pelindo yang dihadiri 30 orang peserta dari berbagai tingkatan mulai operator dan teknisi alat bongkar muat operasional hingga manajerial baik departemen teknik maupun operasi.
Sejalan dengan program Green Port yang telah dicanangkan Pelindo dan diimplementasikan melalui inisiatif elektrifikasi alat bongkat muat berbahan bakar fosil menjadi berdaya listrik khususnya terhadap 4 (empat) jenis yaitu: Gantry Jib Crane (GJC), Gantry Luffing Crane (GLC), Fix Jib Crane (FJC), dan Rail Mounted Gantry Crane (RMGC) yang ditangani oleh Pelindo Solusi Maritim (PSM).
Dengan Misi mewujudkan jaringan ekosistem maritim nasional melalui pengelolaan jasa marine engineering yang andal, efisien, agile dan memenuhi harapan seluruh stakeholder untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia, PSM senantiasa mendukung penuh transisi energi bersih di lingkungan Pelabuhan guna mewujudkan Green Port dan Blue Economy yang berkelanjutan serta bernilai tambah.
Direktur Operasi dan Komersial, Nurhadi mengatakan pihaknya apresiasi atas antusiasme peserta dalam mengikuti pelatihan ini. Pelatihan ini merupakan Langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi SDM guna memastikan kesiapan para operator dan teknisi dalam mengelola teknologi alat bongkar muat berbasis elektrik yang lebih ramah lingkungan, efisien, andal dan berstandar tinggi.
“Kami berharap ke depan penggunaan alat-alat elektrifikasi ini dapat terus diperluas ke seluruh cabang, sehingga tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga mempercepat kontribusi PSM dalam mewujudkan operasional pelabuhan yang lebih bersih dan berkelanjutan,” ujar Nurhadi.
Menguatkan inisiatif strategis yang telah dilakukan PSM, Sekretaris Perusahaan PSM, Moch. Ilhamsyah, menegaskan bahwa program ini menjadi bukti nyata komitmen Perusahaan dalam bertransformasi menuju masa depan maritim yang lebih hijau.
“Elektrifikasi alat bongkar muat bukan sekadar perubahan teknologi, melainkan wujud keseriusan kami membangun fondasi bisnis yang berkelanjutan. Kami optimistis, melalui Langkah, inisiatif dan inovasi strategis ini, PSM dapat terus memperluas cakupan bisnisnya dan menjadi motor penggerak bagi Pelindo dalam mewujudkan visi sebagai pemimpin ekosistem maritim yang terintegrasi dan berkelas dunia,” pungkas Ilhamsyah.(Red-MM).
