

mimbarmaritim.id (Jakarta)
Lima tahun setelah penggabungan empat entitas Pelindo menjadi satu perusahaan, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) terus memperkuat transformasi layanan dan operasional kepelabuhanan di berbagai wilayah Indonesia.
Momentum Hari Pelindo yang diperingati setiap 1 Oktober menjadi kesempatan untuk merefleksikan perjalanan integrasi sekaligus memperkuat langkah perusahaan dalam meningkatkan kinerja, produktivitas, dan kualitas layanan.
Integrasi ini juga menjadi tonggak penting dalam membangun pengelolaan pelabuhan yang lebih terintegrasi, baik dari sisi operasional, layanan, maupun pengembangan jaringan kepelabuhanan nasional.
Executive Director 2 Pelindo Regional 2, Budi Prasetio, mengatakan merger menjadi titik penting dalam perjalanan transformasi Pelindo. Menurutnya, integrasi empat entitas bukan hanya menyatukan organisasi, tetapi juga menjadi dasar untuk membangun proses bisnis dan layanan yang semakin terintegrasi.
“Merger menjadi langkah penting bagi Pelindo untuk bergerak sebagai satu perusahaan. Setelah lima tahun, yang harus terus kami jaga adalah bagaimana integrasi ini memberikan manfaat nyata melalui layanan yang semakin baik dan operasional yang semakin efektif,” kata Budi Prasetio melalui keterangan tertulis, diterima Mimbar Maritim, hari ini Kamis (1/10/2026).
Menurut Budi, perjalanan Pelindo setelah merger juga perlu terus diarahkan pada peningkatan kinerja dan produktivitas perusahaan. Hal tersebut sejalan dengan arahan strategis Danantara dalam mendorong pengelolaan BUMN yang semakin efektif, efisien, profesional, dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.
“Arahan strategis Danantara menjadi bagian penting dalam perjalanan Pelindo ke depan. Kami di Regional 2 akan terus menerjemahkannya melalui peningkatan kinerja, produktivitas, dan kualitas pelayanan di wilayah kerja kami,” kata Budi.
Transformasi pascamerger terus dilakukan melalui penguatan standardisasi proses bisnis, digitalisasi layanan, optimalisasi aset, serta pengembangan konektivitas antarpelabuhan. Integrasi tersebut diarahkan untuk menciptakan proses operasional yang lebih efektif sekaligus memberikan layanan yang semakin mudah dan andal bagi pengguna jasa.
Di Regional 2, lanjutnya, penguatan tersebut dilakukan dengan menjaga keandalan fasilitas dan operasional pelabuhan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperkuat koordinasi dengan pengguna jasa, pemerintah, asosiasi, dan berbagai pemangku kepentingan.
“Di Regional 2, kami terus mendorong perbaikan di setiap lini. Mulai dari operasional, pelayanan, sampai koordinasi dengan pengguna jasa dan stakeholder. Semuanya harus bergerak ke arah yang lebih baik,” ujar Budi.
Budi menambahkan, tantangan industri kepelabuhanan ke depan semakin dinamis. Karena itu, integrasi yang telah dibangun perlu terus dilanjutkan melalui inovasi, pemanfaatan teknologi, peningkatan produktivitas, dan penguatan kualitas sumber daya manusia.
“Lima tahun ini bukan akhir dari proses integrasi. Justru menjadi bagian dari perjalanan untuk terus berbenah. Tantangannya ke depan adalah bagaimana kita menjaga kinerja, meningkatkan pelayanan, dan memberikan kontribusi yang semakin besar bagi perekonomian nasional,” jelas Budi.
Memasuki tahun kelima pascamerger, Pelindo Regional 2 berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam transformasi perusahaan dengan memperkuat keandalan operasional, meningkatkan kualitas pelayanan, dan menjaga konektivitas antarpelabuhan.(MM-01).
