mimbarmaritim.id (Mempawah)
Bagi sebagian siswa, pelabuhan mungkin dikenal sebagai tempat kapal datang dan pergi serta barang berpindah dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Namun, di balik aktivitas tersebut terdapat beragam profesi, keahlian, teknologi, dan peluang yang dapat menjadi bagian dari perjalanan karier generasi muda.
Pemilihan Kabupaten Mempawah – Kalimantan Barat sebagai lokasi Pelindo Mengajar memiliki relevansi dengan perkembangan Terminal Kijing yang mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi, logistik, dan industri di kawasan sekitarnya. Kehadiran pelabuhan membuka peluang karier yang lebih luas bagi generasi muda, tidak hanya di sektor kepelabuhanan, tetapi juga di bidang logistik, transportasi, pergudangan, manufaktur, teknologi, dan jasa.
Karena itu, PTP Nonpetikemas memandang penting untuk memperkenalkan berbagai peluang tersebut sejak dini agar siswa Mempawah dapat memahami potensi daerahnya sekaligus mempersiapkan kompetensi untuk mengambil bagian dalam perkembangan kawasan di masa depan.
Wawasan itulah yang dibawa PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) Nonpetikemas melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelindo Mengajar 2026 di SMKN 1 Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Selasa (6/10/2026) lalu.
Melalui program ini, siswa diajak mengenal lebih dekat dunia kepelabuhanan sekaligus mendapatkan gambaran mengenai dunia kerja dan berbagai peluang profesi di dalamnya.
Direktur Utama PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani, hadir langsung sebagai narasumber dan berbagi pengalaman mengenai perjalanan karier, dunia profesional, serta perkembangan industri kepelabuhanan dan logistik. Dalam sesi tersebut, siswa tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga berkesempatan berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan mengenai dunia kerja dan masa depan.
Indra mengatakan, pengalaman berinteraksi langsung dengan dunia industri penting untuk membantu siswa melihat bahwa pilihan masa depan tidak terbatas pada apa yang mereka kenal saat ini.
“Melalui Pelindo Mengajar, kami ingin siswa mengenal lebih dekat dunia kepelabuhanan sekaligus melihat bahwa di balik aktivitas sebuah pelabuhan terdapat begitu banyak profesi, keahlian, dan peluang. Kami berharap pengalaman yang dibagikan dapat membuka wawasan mereka, sehingga semakin berani bermimpi dan mempersiapkan masa depannya,” ujar Indra.
Menurut Indra, memasuki dunia kerja yang terus berkembang membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan akademis. Kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, beradaptasi dengan teknologi, serta kemauan untuk terus belajar juga menjadi bekal penting bagi generasi muda.
“Setiap siswa memiliki kesempatan untuk menentukan masa depannya. Karena itu, terus belajar, membangun kompetensi, menjaga karakter, dan berani mencoba menjadi hal yang penting. Jangan takut untuk memiliki cita-cita yang besar,” tambah Indra.
Bagi siswa SMKN 1 Mempawah Hilir, pertemuan dengan insan PTP Nonpetikemas menjadi kesempatan untuk melihat hubungan antara pembelajaran di sekolah dengan dunia profesional secara lebih dekat.
Salah seorang siswa, atas nama Bilqis, mengaku mendapatkan wawasan baru mengenai dunia kepelabuhanan dan berbagai profesi yang sebelumnya belum banyak diketahuinya.
“Sebelumnya saya belum terlalu mengetahui tentang pekerjaan dan kegiatan di pelabuhan. Setelah mengikuti Pelindo Mengajar, saya jadi tahu bahwa ternyata ada banyak bidang dan profesi yang bisa dipelajari. Kegiatan ini juga membuat saya lebih termotivasi untuk belajar dan mempersiapkan diri untuk masa depan,” ujar Bilqis.
Sementara, Kepala SMKN 1 Mempawah Hilir, Bambang Juwarno, S.Pd., mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi kehadiran Pelindo Mengajar yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi langsung dengan praktisi dari dunia industri.
“Ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi anak-anak kami dan selaras dengan program sekolah berupa program “Guru Tamu”. Mereka dapat mendengar langsung pengalaman dari seorang pimpinan perusahaan dan mengetahui seperti apa tantangan maupun peluang di dunia industri. Kami berharap pengalaman hari ini dapat memotivasi siswa untuk semakin percaya diri dalam mengembangkan potensi dan meraih prestasi,” ujar Bambang.
Hal senada disampaikan Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mempawah, yang diwakili oleh Apriandi. Menurutnya, keterlibatan dunia industri dalam memberikan wawasan kepada siswa dapat memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Sinergi seperti ini sangat penting untuk memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dengan dunia industri. Anak-anak mendapatkan wawasan langsung dari praktisi sehingga mereka dapat melihat keterkaitan antara pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan dan perkembangan dunia kerja,” ujar Apriandi
Pelindo Mengajar 2026 di SMKN 1 Mempawah Hilir diikuti oleh 150 siswa. Selain berbagi wawasan mengenai kepelabuhanan dan dunia kerja, kegiatan juga dilengkapi dengan sesi tanya jawab serta interaksi bersama siswa.
Kehadiran PTP Nonpetikemas juga disertai dukungan nyata bagi pendidikan. Melalui program TJSL, perusahaan menyerahkan bantuan sarana dan prasarana penunjang pendidikan kepada SMKN 1 Mempawah Hilir yang diharapkan dapat mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah.
PTP Nonpetikemas juga memberikan alat penunjang pendidikan berupa telepon seluler (HP) kepada dua siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu untuk mendukung kebutuhan pembelajaran mereka.
Indra juga mengungkapkan, dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan manfaat yang lebih luas melalui Pelindo Mengajar.
“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menunjang proses belajar. Prestasi yang telah diraih hendaknya menjadi motivasi untuk terus berkembang dan membuka kesempatan yang lebih luas di masa depan,” ujar Indra.
Program Pelindo Mengajar merupakan bagian dari pelaksanaan TJSL Pelindo di bidang pendidikan. Program ini menjadi ruang pertemuan antara insan Pelindo dengan generasi muda untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan inspirasi, sekaligus menghadirkan dukungan nyata bagi pendidikan.
Pelaksanaan Pelindo Mengajar juga sejalan dengan Asta Cita, khususnya poin keempat mengenai penguatan pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, dan pendidikan, serta mendukung upaya pemerintah dalam mempersiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.
Melalui Pelindo Mengajar, PTP Nonpetikemas berharap semakin banyak siswa mengenal dunia kepelabuhanan, memahami beragam peluang di dalamnya, dan memiliki keberanian untuk memperluas cita-cita. Sebab, dari pelabuhan bukan hanya barang dan manusia yang bergerak menuju berbagai penjuru, tetapi juga pengetahuan, pengalaman, dan harapan bagi lahirnya generasi emas Indonesia.(Red-MM).
