
mimbarmaritim.id (Jakarta)
Kementerian Perhubungan RI cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Sunda Kelapa melaksanakan kegiatan Coffee Morning Kampanye Keselamatan Pelayaran bertempat di Pelabuhan Sunda Kelapa – Jakarta Utara, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan interaktif ini diselenggarakan dalam
rangka memperkuat sinergitas dan kolaborasi antar pemangku kepentingan (stakeholders) maritim khususnya di lingkungan Pelabuhan Sunda Kelapa – Jakarta Utara. Dalam rangka meningkatkan pemahaman pengguna jasa dan menegaskan kembali bahwa keselamatan dan keamanan merupakan prioritas mutlak yang tidak dapat ditawar di wilayah perairan Pelabuhan Sunda Kelapa.
Kegiatan ini mengusung tema komitmen “Zero Compromise for Safety, Don’t Bend the Rules” (Tidak Ada Kompromi untuk Keselamatan, Jangan Melanggar Aturan..!), seluruh insan transportasi laut diajak untuk mematuhi seluruh prosedur operasi standar (SOP) dan peraturan perundang – undangan demi mewujudkan iklim pelayaran yang aman, nyaman, dan berintegritas.
Turut Hadir dalam Kegiatan Coffee Moening Kampanye Keselamatan Pelayaran diantaranya Wakapolsek Pelabuhan Sunda Kelapa AKP. Yudi Hermawan, Kepala Posmat TNI AL Sunda Kelapa Lettu Rizki Baskara, Kepala Kantor Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan wilker Pelabuhan Sunda Kelapa Dr. Regina Listyanhi, Kepala Satuan Pelayanan Sunda Kelapa Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan DKI Jakarta Laily Zuhdiana, perwakilan Kantor Bea Cukai wilayah kerja Sunda Kelapa, perwakilan Kantor Imigrasi Jakarta Utara, perwakilan Satuan Patroli Daerah Ditpolairud Polda Metro Jaya.
General Manager (GM) PT Pelindo (Persero) Regional 2 Cabang Sunda Kelapa Ahmad Fahmi, para Ketua Asosiasi Sunda Kelapa, Ketua Koperasi TKBM Pelabuhan Sunda Kelapa, para pimpinan perusahaan pelayaran dan perusahaan keagenan kapal dan seluruh jajaran pegawai Kantor KSOP Kelas III Sunda Kelapa.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, laporan ketua panitia pelaksana oleh Kepala Subbagian Tata Usaha KSOP Kelas III Sunda Kelapa Amirul Mukminin, S.T., M.T., dilanjutkan sambutan sekaligus arahan oleh Kepala KSOP Kelas III Sunda Kelapa Hotman Siagian, S.Si.T., S.E., M.M..
Usai kata sambutan dilanjutkan penyampaian materi sosialisasi keselamatan pelayaran oleh para narasumber dan sesi penyerahan bantuan perlengkapan keselamatan berupa life jacket secara simbolis kepada Instansi dan stakeholder terkait. Momentum ini mempertegas peran penting pendekatan edukatif, preventif, serta kerja sama lintas sektor dalam meminimalisir potensi bahaya dan risiko kecelakaan di laut.
Kepala KSOP Kelas III Sunda Kelapa, Hotman Siagian, S.Si.T., S.E., M.M., dalam sambutannya menekankan bahwa keselamatan pelayaran adalah merupakan pondasi utama dari seluruh rangkaian aktivitas transportasi laut dengan panggilan hati untuk melayani, sesuai dengan arahan Bapak Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi.
Hotman pada kesempatan itu menjelaskan dengan secara tegas atas arahan Menteri Perhubungan RI terkait Keselamatan Pelayaran yaitu :
Pertama. Setiap kapal yang berlayar wajib mentaati aturan dan SOP serta membawa
harapan, bukan ancaman; membawa kesejahteraan, bukan risiko.
Kedua. Jangan pernah berkompromi dengan keselamatan; apabila ada kapal yang tidak
memenuhi persyaratan keselamatan, jangan pernah diberikan izin berlayar. Berani melaporkan persoalan dan mengambil tindakan pencegahan sejak dini daripada menutupnutupinya.
Ketiga. Integritas adalah kunci utama, di mana saudara harus berani melaporkan masalah dan menolak segala bentuk pelanggaran.
Keempat. Segera kenali tanggung jawab baru dan langsung lakukan perbaikan tanpa
menunggu masalah membesar atau adanya perintah atasan.
Hotman mengajak seluruh pemangku kepentingan dan stakeholder terkait untuk
menyatukan tekad, visi, dan upaya untuk meningkatkan sinergi dan kolaborasi yang
harmonis. “Marilah kita tingkatkan kolaborasi dan terus bersama – sama bersinergi
dalam meningkatkan integritas serta BEKERJA DENGAN HATI NURANI,” ucap Hotman dengan optimis.
Hotman juga menyampaikan pesan moral yang kuat agar budaya keselamatan tidak hanya menjadi slogan formalitas, melainkan harus dapat dibuktikan dalam setiap tindakan operasional, mulai dari tahap perencanaan, pengawasan, pelaksanaan, hingga evaluasi.
“Saya mengingatkan untuk setiap operator kapal agar senantiasa “bekerja dengan hati nurani” dan memastikan setiap kapal yang berlayar membawa harapan serta kesejahteraan, bukan ancaman (risiko qqqq). Keselamatan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi merupakan tanggung jawab kolektif dari seluruh pelaku usaha, operator kapal, awak kapal, dan masyarakat transportasi secara
keseluruhan,” jelas Hotman.
Hotman menegaskan yang menjadi perhatian penting untuk melaksanakan beberapa hal terkait keselamatan pelayaran yakni :
Penguatan Sistem Pencatatan Manifest : Data manifest penumpang dan barang wajib mencerminkan kondisi sebenarnya di dalam kapal demi akurasi pengawasan keselamatan.
Keterkaitan Manifest dengan Keselamatan : Data manifest bukan sekadar urusan administrasi, melainkan rujukan utama petugas saat melakukan tindakan
darurat dan evakuasi apabila terjadi musibah.
Pengawasan Ketat Terhadap Operator Kapal : Pengawasan kapasitas kapal dan ketersediaan alat keselamatan wajib diperketat sejak sebelum keberangkatan (pre-departure inspection).
Perlindungan Hak Penumpang : Ketepatan data manifest menjadi dasar utama
pendataan korban, penanganan darurat, serta pemberian perlindungan hukum
dan bantuan.
Hotman mengungkapkan KSOP Kelas III Sunda Kelapa berkomitmen untuk terus mentransformasi pelayanan maritim agar semakin cepat, transparan, dan berbasis digital tanpa menyampingkan aspek pengawasan.
“Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti di ruang pertemuan ini saja, tetapi menjadi pemicu kesadaran kolektif bahwa keselamatan pelayaran adalah prioritas dan harga mati. Mari kita wujudkan laut yang aman, kapal yang laik laut, dan pelabuhan yang tertib, demi mewujudkan keselamatan jiwa, kelestarian lingkungan, dan kelancaran kegiatan ekonomi maritim kita,” tandas Hotman.
Adapun Materi dan Komitmen Bersama Narasumber Pemateri dalam sesi paparan materi teknis, disampaikan narasumber diantaranya :
Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan (Kasi Lala) KSOP Kelas III Sunda Kelapa Amin Nurjannah, S.Si, M.Sc. mengatakan pentingnya pengawasan operasional kepelabuhanan, prosedur
penetapan Surat Persetujuan Berlayar (SPB), dan tata kelola TERSUS/TUKS.

Amin Nurjanah menyampaikan beberapa hal penting juga aturan dan peraturan terkait pengawasan operasional kepelabuhanan yakni :
Sanksi Pelanggaran Hukum: Sesuai UU No. 17 Tahun 2008, berlayar tanpa SPB mengancam pidana penjara hingga 5 tahun atau denda (Pasal 323). Mengoperasikan kapal tidak laik laut berancam pidana 3–10 tahun dan denda (Pasal 302).
Ketentuan Operasional 24 Jam TUKS/TERSUS: Berdasarkan PM No. 52 Tahun 2021, kegiatan pengoperasian TERSUS/TUKS yang melampaui pukul 17.00 WIB wajib mengajukan permohonan peningkatan operasional 24 jam terlebih dahulu dengan memastikan kesiapan sarana keselamatan.
Korelasi Keselamatan dan PNBP: Kepatuhan standar keselamatan menekan risiko musibah, menjamin kelancaran arus bongkar muat barang, dan secara langsung mengoptimalkan penerimaan negara.
Tercatat hingga bulan September 2026, realisasi PNBP KSOP Kelas III Sunda Kelapa telah mencapai 99,97% dari target tahun berjalan, dengan semangat Peduli maka optimis akan dapat melampaui target capaian di akhir tahun.
Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli KSOP Kelas III Sunda Kelapa (Kasi KBPP) Capt. Sonny Crouce Pardomuan Silaban, S. SI.T, M.M.Tr.,pada kesempatan itu memaparkan regulasi utama keselamatan pelayaran (UU No. 66 Tahun 2024 tentang Perubahan UU Pelayaran, PP No. 31 Tahun 2021, PM 20/2015, dan NCVS/KM 65 Tahun 2009).
Selain itu, sambung Sonny, ada 3 Pilar Utama Kelaiklautan Kapal (Seaworthiness) meliputi Fisik & Teknis Kapal, Sumber Daya Manusia (Kru Kapal), Manajemen & Hukum, serta Evaluasi Insiden. Pentingnya pemenuhan persyaratan keselamatan dan kelaiklautan kapal sebagai upaya mewujudkan pelayaran yang aman dan tertib.
Sonny juga mengajak seluruh.pemangku kepentingan untuk membangun budaya keselamatan pelayaran dengan mengedepankan prinsip ”Zero Compromise for Safety, Don’t Bend the Rules!” sebagai komitmen bersama untuk tidak berkompromi terhadap aspek keselamatan
pelayaran.
Sementara, General Manajer (GM) PT. Pelindo (Persero) Regional 2 Cabang Sunda Kelapa Ahmad Fahmi pada kesempatan itu memaparkan terkait Profil Pelabuhan Sunda Kelapa dan berbagai upaya yang dilakukan Pelindo Regional Cabang Sunda Kelapa dalam mendukung keselamatan pelayaran melalui peningkatan dan pemeliharaan fasilitas pelabuhan.
Ahmaf Fahmi mentebutkan upaya tersebut meliputi perbaikan dermaga, perbaikan fender dan bolder, pemantauan pasang surut air laut melalui alat ukur peil scale, serta koordinasi terkait rencana pengerukan sedimentasi di kolam pelabuhan guna menjaga kedalaman perairan.
“Langkah- langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen dalam meningkatkan keamanan dan keandalan fasilitas pelabuhan serta mendukung kelancaran operasional kapal. Kami menekankan pentingnya koordinasi dan sinergi dengan KSOP Kelas
III Sunda Kelapa dan pemangku kepentingan terkait untuk mewujudkan lingkungan pelabuhan yang aman, tertib, dan berkelanjutan,” jelas Ahmad Fahmi.
Melalui kegiatan ini, Kepala KSOP Kelas III Sunda Kelapa Hotman Siagian dengan tegas mengatakan penggunaan dan ketersediaan perlengkapan keselamatan adalah harga mati dan semakin menjadi perhatian dalam setiap kegiatan pelayaran, untuk memberikan perlindungan kepada penumpang maupun awak kapal dalam menghadapi kondisi darurat di perairan.
Wakapolsek Sunda Kelapa AKP Yudi Hermawan menyampaikan apresiasi atas gerak cepat pada hari pertama memulai tugas baru dan langsung menyelenggarakan
kegiatan coffe morning dan kampanye keselamatan pelayaran yang dilaksanakan
oleh Kepala KSOP Kelas III Sunda Kelapa, guna meningkatkan keselamatan dan
keamanan pelayaran di wilayah Pelabuhan Sunda Kelapa.
”Kami memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi – tingginya kepada Kepala KSOP Kelas III Sunda Kelapa serta jajaran atas terselenggaranya kegiatan ini. Kami berharap sinergi antara KSOP, kepolisian, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat guna
menciptakan lingkungan pelabuhan yang aman, nyaman, tertib, dan kondusif,” jar
Yudi).
Ketua DPC INSA Sunda Kelapa Budiman mengatakan pihaknya menilai kampanye
keselamatan pelayaran tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat
komitmen pelaku usaha pelayaran dalam mengutamakan keselamatan operasional
kapal.
Budiman juga mengapresiasi atas pemberian life jacket secara simbolis kepada stakeholder terkait sebagai bentuk penguatan kesadaran akan pentingnya alat keselamatan.
“Keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan operasional. Kami berharap kegiatan ini semakin meningkatkan kepatuhan perusahaan pelayaran terhadap persyaratan keselamatan dan ketentuan yang
berlaku,” ujar Budiman.
Sementara itu, Ketua DPC ISAA Sunda Kelapa Iyus Rustamaji pada kesempatan itu juga menegaskan dukungannya terhadap langkah KSOP Kelas III Sunda Kelapa dalam memperkuat pemahaman dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan pelayaran. Ia menilai koordinasi antara.agen kapal, operator, dan otoritas pelabuhan menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pelayanan kapal yang tetap mengutamakan keselamatan.
“Kami mendukung pelaksanaan kampanye ini sebagai upaya membangun kesadaran
dan tanggung jawab bersama. Kami berharap komunikasi dan koordinasi antar pemangku kepentingan terus ditingkatkan, sehingga setiap proses pelayanankapal dapat berjalan dengan tertib, lancar, dan sesuai dengan ketentuan keselamatan,” tegas Iyus.
Ketua DPC APBMI Sunda Kelapa Andreas Adhitio mengatakan pihaknya menekankan pentingnya keselamatan sebagai bagian tidak terpisahkan dari kegiatan kepelabuhanan, termasuk aktivitas bongkar muat barang.
”Kami memberikan penghargaan setinggi – tingginya kepada KSOP Kelas III Sunda Kelapa atas terselenggaranya kegiatan ini. Keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama seluruh pihak yang berkegiatan di pelabuhan. Oleh karena itu, kami mendukung penguatan koordinasi dan kolaborasi antar stakeholder guna memastikan kegiatan operasional pelabuhan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar,” jelas Andreas.
Hotman menambahkan lagi, kegiatan Coffe Morning Kampanye Keselamatan Pelayaran ini menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi, menyamakan persepsi, serta membangun komitmen bersama dalam meningkatkan keselamatan pelayaran di wilayah kerja KSOP Kelas III Sunda Kelapa.
Keselamatan Menjadi Komitmen Bersama
Rangkaian kegiatan Coffee Morning dan Kampanye Keselamatan Pelayaran Tahun
2026 kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab interaktif yang
mempertemukan regulator dengan seluruh pemangku kepentingan insan maritim.
Dengan mengusung semangat “Zero Compromise for Safety, Don’t Bend the
Rules”, KSOP Kelas III Sunda Kelapa bersama seluruh stakeholder menegaskan
bahwa keselamatan bukan sekadar kewajiban, melainkan merupakan budaya dan investasi jangka panjang.
“KSOP Kelas III Sunda Kelapa berkomitmen akan terus dan meningkatkan pelayanan
prima, memperkuat pengawasan, membangun budaya keselamatan, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan. Tidak ada kompromi untuk keselamatan. Jangan melanggar aturan. Keselamatan pelayaran adalah tanggung jawab dan komitmen kita bersama,” pungkas Hotman.
Kegiatan Coffee Morning ditutup melalui pembagian Life Jacket kepada stakeholder dan pengguna jasa pada kesempatan yang bersamaan bahwa Kantor KSOP Kelas III Sunda Kelapa juga melaksanakan pembagian life jacket kepada perusahaan pelayaran diantaranya kepada Asosiasi INSA, ISAA, APBMI, PT Pundi Arta, PT. Kelola Kencana, dan Perwakilan dari Marina Batavi.(Red-MM).
