
Mimbarmaritim.com (Bogor)
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 (Pelindo Regional 2) terus berkomitmen mensuskseskan pembangunan berkelanjutan dengan memberikan manfaat, baik dari sisi ekonomi, sosial, lingkungan, hukum dan tata kelola dengan prinsip yang lebih terintegrasi, terarah, terukur dampaknya bagi masyarakat luas.
Hal ini diwujudkan Pelindo Regional 2 melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sesuai pelaksanaan rapat koordinasi (Rakor) dan pembahasan rencana kerja tahun 2024 , bertempat di PT Pendidikan Maritim dan Logistik (PMLI) Ciawi Bogor, Kamis (10/2/2024) yang lalu.
Pelindo Regional 2 melalui Departemen Hukum dan Humas yang membawahi bidang TJSL Pelindo Regional 2 telah mengadakan rapat koordinasi Program TJSL tahun 2024 bersama 12 Cabang Pelabuhannya.
Rapat tersebut dipimpin oleh Regional Division Head Pelayanan SDM dan Umum, Dian Vegawati, bersama Plt Senior Manager Hukum dan Hubungan Masyarakat, Agung Farhan dihadiri oleh para peserta Pengelola TJSL dari masing – masing cabang pelabuhan di Pelindo Regional 2.
Rapat koordinasi ini membahas rencana program kerja TJSL pada wilayah Regional 2, untuk tahun 2024 Pelindo Regional 2 melanjutkan fokus pelaksanaan program bidang prioritas tahun lalu, antara lain bidang pendidikan, lingkungan, dan pengembangan usaha mikro dan usaha kecil.
Regional Division Head Pelayanan SDM dan Umum, Dian Vegawati sebagai pimpinan rapat pada kesempatan itu menyampaikan bahwa rapat koordinasi tersebut merupakan upaya manajemen untuk memastikan pelaksanaan TJSL khususnya wilayah Pelindo Regional 2 sejalan dengan apresiasi pemegang saham dan aturan yang sudah ditetapkan perusahaan.
Menurut Dian Vegawati lebih familiar di panggil Vega menegaskan bahwa dalam pelaksanaan program TJSL harus selalu menerapkan dan memperhatikan beberapa prinsip – prinsip TJSL yakni :
Terintegrasi berdasarkan analisa resiko dan proses bisnis yang memiliki keterkaitan dengan pemangku kepentingan. Terarah saat melaksanakan program TJSL arah penyalurannya harus jelas dan tepat sasaran untuk mencapai tujuan perusahaan.
Selain itu, lanjut Vega, Terukur Dampkanya artinya memiliki kontribusi dan memberikan manfaat yang menghasilkan perubahan atau nilai tambah bagi pemangku kepentingan dan perusahaan dan Akuntabilitas, penyaluran harus dapat dipertanggungjawabkan sehingga menjauhkan dari potensi penyalahgunaan dan penyimpangan.
Pada kesempatan ini perwakilan dari masing-masing cabang pelabuhan diberikan juga kesempatan untuk memberikan usulan dan memaparkan program TJSL bidang prioritas mulai dari bidang lingkungan, bidang pendidikan, serta bidang pengembangan ekonomi dan UMK, dan tak luput pula beberapa program sosial kemasyarakatan.
Vega juga menambahkan penyaluran program TJSL seluruh bidang prioritas harus dilaksanakan berdasarkan pilar utama yaitu Sosial, Ekonomi, Lingkungan serta Hukum dan Tata Kelola. Dengan adanya kegiatan seperti ini dapat menciptakan ide-ide dan gagasan baru dalam pemberdayaan masyarakat, sesuai apa yang diharapkan manajemen Pelindo. (Red-MM).
