mimbarmaritim.id (Jakarta)
IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) kembali menyelenggarakan QHSSE Forum di Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok yang melibatkan seluruh stakeholder pelabuhan, termasuk perusahaan bongkar muat, mitra kerja, perwakilan tenaga kerja bongkar muat serta instansi terkait. Kegiatan ini merupakan forum rutin yang dilaksanakan setiap 6 (enam) bulan sekali sebagai wujud komitmen IPC TPK dalam memperkuat budaya keselamatan kerja di lingkungan pelabuhan.
“Keselamatan adalah prioritas utama dalam setiap kegiatan operasional pelabuhan. Dengan adanya QHSSE Forum ini, kami ingin memastikan seluruh pihak yang terlibat memiliki pemahaman yang sama, saling mendukung, serta berkomitmen terhadap standar keselamatan kerja,” kata Assistant Senior Manager (ASM) QHSSE IPC TPK Yessi Sevrayani saat memberikan paparan dalam QHSSE Forum IPC TPK, Rabu (24/9/2025) di Jakarta.
Yessi menambahkan bahwa dalam forum ini, pata peserta tidak hanya menerima sosialisasi kebijakan dan berbagi pengalaman penerapan safety management system, tetapi juga diberi ruang untuk menyampaikan aspirasi dan masukan terkait pelaksanaan operasional di lapangan.
Sementara salah satau perwakilan perusahaan bongkar muat (PBM) Manager Operasi PT PBM Adipudusa yang hadir dalam QHSSE Forum IPC TPK mengatakqn pihaknya dari perusahaan bongkar muat selalu mitra IPC TPK sangat menyambut baik terselenggaranya forum seperti ini.
“Kami mengapresiasi inisiatif IPC TPK yang secara rutin mengadakan QHSSE Forum. Melalui forum ini, kami bisa menyampaikan masukan langsung, berdiskusi tentang tantangan di lapangan, dan bersama-sama mencari solusi. Kegiatan diskusi seperti ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan keselamatan dan kelancaran operasional,” kata Denny.

Yessi menjelaskan adapun tujuan QHSSE Forum IPC TPK digelar adalah untuk menyelaraskan standar keselamatan kerja antar stakeholder, meningkatkan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan di area terminal, mengurangi potensi kecelakaan kerja dan kerugian operasional, mendorong partisipasi aktif seluruh pihak dalam menjaga keamanan dan keselamatan di Pelabuhan dan menjadi wadah komunikasi terbuka untuk mendengar aspirasi dan masukan dari stakeholder.
“Dengan adanya forum ini, seluruh pihak mendapatkan manfaat berupa peningkatan koordinasi, terbukanya ruang komunikasi yang konstruktif, serta terciptanya budaya kerja selamat, sehat, dan produktif di seluruh area operasional pelabuhan,” ungkap Yessi.
Yessi juga dalam kesempatan itu, IPC TPK menyampaikan himbauan kepada seluruh stakeholder pelabuhan untuk selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas operasional, memastikan seluruh pekerja menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai ketentuan, menjaga koordinasi dan komunikasi antar pihak agar tidak terjadi miskomunikasi di lapangan, melaporkan segera apabila terdapat kondisi tidak aman (unsafe condition) maupun kejadian berbahaya (unsafe action) dan mendukung terciptanya budaya kerja yang selamat, sehat, dan produktif.
“Melalui forum yang dilaksanakan secara berkala ini, IPC TPK berharap budaya keselamatan semakin melekat di seluruh lini operasional dengan harapan bersama zero accident, sehingga pelabuhan dapat terus memberikan layanan yang andal, aman, nyaman dan berdaya saing tinggi,” punkas Yessi.(MM-01).
