mimbarmaritim.id (Jakarta)
Salah satu tempat ikonik khususnya wilayah Jakarta Utara menjadi saksi upaya IPCC sebagai Perusahaan publik dalam menjalankan kewajiban untuk memenuhi transparansi kepada publik dan pemangku kepentingan termasuk investor sebagai bagian yang terpisahkan dari Perseroan. PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX:IPCC) sukses menggelar Public Expose 2025 bertempat di Aula Serbaguna Museum Maritim Indonesia, Tanjung Priok – Jakarta Utara, Rabu (29/10/2025).
Sebagai salah satu entitas bisnis Pelindo Group yang berfokus pada pengelolaan terminal kendaraan, dalam kesempatan ini, Direktur Utama IPCC, Sugeng Mulyadi dalam paparannya mengatakan bahwa sebelum pelaksanaan PUBEX tahun 2025 ini, manajemen IPCC telah menyampaikan laporan keuangan kuartal yang lebih cepat dari periode sebelumnya, dimana tepat tanggal 20 Oktober 2025 laporan keuangan kuartal 3 (tiga) 2025 telah disubmit kepada OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan BEI (Bursa Efek Indonesia) sebagai bentuk pemenuhan keterbukaan informasi”.
Sugeng menjelaskan pada laporan Keuangan Triwulan III Tahun 2025 hingga Q3 2025, IPCC mencatatkan laba bersih sebesar Rp.190,30 miliar, tumbuh Rp.42,28,- miliar atau meningkat 28,42% secara year-on-year (yoy). Dari sisi pendapatan, IPCC menorehkan pertumbuhan solid pada triwulan ketiga 2025, tumbuh 12,67% secara tahunan (yoy) menjadi Rp.660,24,- miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp.585,98,- miliar.
“Pencapaian ini selaras dengan roadmap perseroan tahun 2025 yang berfokus pada integrasi layanan dan peningkatan konektivitas, sekaligus mencerminkan komitmen IPCC dalam menjalankan bisnis yang tumbuh, mengedepankan inovasi dan berkelanjutan,” ujar Sugeng.

Direktur Keuangan, SDM dan Manajemen Risiko IPCC Wing Megantoro mengatakan bahwa strategi Perseroan untuk meningkatkan kinerja keuangan, manajemen IPCC telah melakukan berbagai langkah – langkah inovasi positip sehingga berhasil menorehkan hasil yang solid. Pendapatan Perseroan paling besar diperoleh pada segmen kargo CBU dengan kontribusi 77% dari total pendapatan Rp.660,- miliar. Transformasi dan optimalisasi operasi melalui sistem PTOS-C secara full pada tahun 2025 di Terminal Internasional dan Domestik IPCC Branch Jakarta, digitalisasi proses keuangan berbasis ERP (Enterprise Resource Planning).
“Kinerja IPCC menunjukkan pertumbuhan yang tangguh dan ditunjang fundamental yang kuat serta tidak memiliki kewajiban pembiayaan pada perbankan (debt free company) yang tercermin dari peningkatan aset sekitar 4,21% dari Rp.1,85,- triliun pada akhir tahun 2024 menjadi Rp.1,93,- triliun pada tahun 2025 yang ditunjang kenaikan aset lancar perusahaan sebesar 15,8% dari Rp.901,44,- miliar pada akhir Desember 2024 menjadi Rp.1,04,- triliun pada akhir September tahun 2025,” terang Wing Megantoro.
Sugeng mengungkapkan optimisme perusahaan dalam menatap tahun 2025. Manajemen IPCC yakin dapat melewati tahun 2025 dengan pertumbuhan di atas 20%. Keyakinan ini didukung oleh upaya kami dalam menjaga fundamental bisnis yang kuat dan tata kelola perusahaan yang baik.
Sugeng menambahkan, IPCC terus mendorong berbagai strategi dan inovasi bisnis, seperti optimalisasi dan digitalisasi layanan, perluasan pasar melalui kerja sama dengan para carmaker, dan penerapan pola kerja yang lebih efisien dan terintegrasi. Dalam IPCC Publik expose 2025 diharapkan dapat membangun dan meningkatkan kepercayaan investor, memberikan gambaran kinerja Perseroan yang telah dicapai hingga Q3 2025 dan prospek kinerja Perseroan hingga akhir tahun 2025 serta memperkuat citra positif Perseroan dimata publik, rekan media maupun para investor.
“Implementasi inovasi strategi bisnis dan komersial melalui tagline “Integrated Auto Solutions” guna menghadirkan solusi lengkap bagi ekosistem logistik terminal kendaraan yang memberikan nilai tambah bagi para pengguna jasa. Semua langkah ini dilakukan manajemen IPCC adalah untuk memberikan nilai tambah dan pengalaman terbaik bagi pelanggan dalam ekosistem logistik terminal kendaraan,” pungkas Sugeng.(Red-MM).
