
mimbarmaritim.id (Surabaya)
Tidak semua pahlawan hadir dengan seragam atau upacara. Ada pula pahlawan yang lahir dari keputusan – keputusan kecil yang sering luput dari sorotan: keberanian menolak gratifikasi, kejujuran dalam laporan sederhana, atau pilihan untuk melapor ketika melihat sebuah kejanggalan.
Dalam momentum Hari Pahlawan dan Hari Antikorupsi Sedunia, PT Pelindo Daya Sejahtera (PDS) membuka ruang refleksi melalui siniar edisi khusus bertajuk “Pahlawan Integritas : Berani Jujur Berani Lapor.” Lebih dari 400 peserta dari berbagai wilayah PMLI Grup turut hadir, menciptakan percakapan besar tentang integritas, keberanian, dan tanggung jawab.
Kegiatan ini bukan diskusi yang kaku, bukan pula sesi seremonial, namun menyerupai percakapan panjang tentang bagaimana sebuah nilai pesan moral dapat menjaga pelayanan publik tetap bersih hingga ke masyarakat.
Direktur SDM PT Pelindo Multi Terminal, Edy Priyanto hadir pada kesempatan itu dengan nada tenan namun tegas mengingatkan bahwa integritas sering kali hadir tanpa tepuk tangan. “Integritas itu pekerjaan sunyi dan tidak semua orang melihat, tapi seluruh masyarakat merasakan hasilnya. Pelayanan yang bersih lahir dari orang – orang yang tegas dan jujur,” ujarnya.
Menurut Edi, bahwa budaya anti fraud dan anti gratifikasi bukan soal citra perusahaan, melainkan hal itu lah yang menjadi fondasi agar layanan publik tetap berjalan adil dan dapat diandalkan.
Sementara, Ahli Hukum Pidana Taufik Rachman, S.H., LL.M., Ph.D membawa perspektif hukum secara lugas dan realistis, “Pelanggaran itu jarang dimulai dari hal besar. Biasanya dimulai dari toleransi kecil. Kalau ada yang janggal, laporkan. Hukum itu ada untuk melindungi orang-orang yang beritikad baik,” jelasnya.
Rachman menekankan bahwa sistem pelaporan bukan ancaman, melainkan alat menjaga institusi agar tetap sehat dalam jangka panjang.
Acara Diskusi ini dipandu oleh Achmad Sidik Jamaludin, Superintendent Legal PDS, pada tanggal 17 Nopember 2025 lalu dan selama diskusi berlangsung cair namun tetap fokus. Dalam sesi diskusi ini bukan hanya membahas secara teori, tetapi praktik nyata, godaan – godaan kecil di keseharian kerja, area rawan gratifikasi, hingga dilema moral yang sering muncul tanpa disadari. Saat diskusi menghadirkan lebih dari 400 orang peserta aktif menyimak, mengajukan pertanyaan, dan berbagi pengalaman.
Forum diskusi ini menggambarkan satu hal yang sangat penting bahwa integritas bukan lah konsep abstrak, akan tetapi keputusan harian yang memengaruhi kualitas pelayanan publik secara langsung.
Jamaludin juga menyampaikan juga melalui siaran diskusi ini, manajemen PDS ingin menegaskan bahwa pahlawan masa kini tidak harus berdiri di podium atau tampil di layar. Kadang dia adalah seseorang yang memilih jujur saat mudah untuk membiarkan, atau seseorang yang berani melapor demi kebaikan bersama. Keberanian semacam itu tidak selalu terdengar keras, tapi dampaknya akan terasa jauh.
“Peringatan Hari Pahlawan dan Hari Antikorupsi Sedunia tahun 2025 ini menjadi momentum bagi PDS untuk mengajak melangkah bersama, membangun budaya integritas yang kokoh dan layanan publik yang semakin dipercaya masyarakat. Karena integritas bukan hanya tentang kita, integritas adalah tentang masyarakat yang bergantung pada layanan kita, dan masa depan yang ingin kita bangun bersama,” pungkasnya.
Tentang PT Pelindo Daya Sejahtera :
PT Pelindo Daya Sejahtera (PDS) merupakan cucu perusahaan dari PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak dalam bidang penyediaan tenaga alih daya dan pemborongan, serta layanan pendukung bisnis. Dengan jumlah pekerja mencapai lebih dari 18.000 orang, area kerja PT PDS tersebar di 32 provinsi. PDS telah memperoleh sertifikat mutu ISO 9001:2015 sebagai quality management system perusahaan, sertifikasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001:2016 (SMAP) dan menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) serta telah memperoleh penghargaan Zero Accident Award dari Kemenaker RI dan Disnakertrans Provinsi Jawa Timur.(Red-MM).
