

mimbarmaritim.id (Merak – Cilegon)
Menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, (Nataru) sejumlah armada kapal yang beroperasi di wilayah Provinsi Banten menjalani inspeksi menyeluruh oleh Tim Gabungan Uji Petik Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan Tim Uji Petik KSOP Kelasa I Banten yaitu dari Bidang Status Hukum dan Sertifikasi Kapal.
Kegiatan pemeriksaan ini merupakan Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor IR-DJPL 4 Tahun 2025 tanggal 16 Oktober 2025 tentang Uji Kelaiklauan Kapal Penumpang Angkutan Natal Tahun 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), bertujuan untuk memastikan seluruh kapal siap beroperasi dan memberikan rasa aman dan nyaman bagi penumpang di Pelabuhan Banten, yang kerap mengalami peningkatan penumpang saat momen angkutan Nataru.
Pemeriksaan ini dilakukan secara mendalam terhadap beberapa aspek, meliputi beberapa aspek yakni aspek teknis kapal, aspek keselamatan, aspek kenyamanan akomodasi penumpang, kelengkapan dokumen, dan kualifikasi awak kapal.
Dimana dari hasil pemeriksanaan menyatakan bahwa secara umum kapal – kapal tersebut dalam kondisi laiklaut meski terdapat beberapa temuan yang harus dipenuhi atau diperbaiki oleh pemilik (operator) sebelum pelaksanaan Angkutan Nataru.
Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten Bharto Ari Raharjo, M.Si mengatakan, kegiatan itu merupakan bagian dari upaya proaktif KSOP Kelas I Banten untuk memastikan aspek keselamatan pelayaran pada kapal – kapal yang digunakan pada angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
“Langkah ini merupakan bentuk nyata komitmen Kementerian Perhubungan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jasa transportasi laut. Melalui uji petik ini, kami ingin memastikan semua armada yang beroperasi benar – benar laikaut dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya menjelang Nataru,” kata Bartho Ari Raharjo melalui keterangan resmi kepada awak media, Senin (8/12/2025).
Capt.Bartho mengungkapkan menjelang Nataru, aktivitas angkutan penyeberangan meningkat signifikan. Salah satu jalur penyeberangan paling vital yaitu Merak – Bakauheni yang menjadi pintu utama konektivitas antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatera akan dilalui oleh ribuan kendaraan dan penumpang akan melintasi perairan Selat Sunda setiap harinya.
“Tim bersama-sama memeriksa semua aspek keselamatan pada beberapa kapal penyeberangan, yaitu kapal KMP. Portlink, KMP. ALS Elvina, KMP. BSP 1, dan KMP. Reinna. Seluruh kapal yang diperiksa secara umum dalam kondisi laiklaut namun terdapat beberapa temuan yang harus segera dipenuhi oleh operator,” sebut Capt.Bartho.
Dikatankannya, dengan dilakukannya langkah proaktif ini, KSOP Kelas I Banten berharap selama masa libur Nataru, seluruh pengguna jasa transportasi laut dapat merasakan pelayanan yang optimal dengan tetap mengutamakan keselamatan sebagaimana prinsip “Zero Compromise for Safety”.
“Hal yang tak kalah penting bahwa KSOP Kelas I Banten memastikan seluruh armada kapal penyeberangan dalam keadaan laik laut dan bahu membahu bersama stakeholder dalam meningkatkan pengawasan terhadap keselamatan dan keamanan pelayaran, termasuk mengantisipasi cuaca ekstrim dan bencana,” jelasnya.
Untuk itu, tambah Capt.Bartho diharapkan seluruh para Nahkoda agar selalu memantau prakiraan cuaca yang didapat dari BMKG. “Kami juga akan melakukan penundaan keberangkatan kapal apabila terjadi kondisi cuaca buruk sebelum kapal berangkat, karena keselamatan pelayaran tidak dapat dikompromi,” tegasnya.
“Kami berkomitmen penuh dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Dengan persiapan ini, kami harapkan angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dapat berjalan dengan lancar,” pungkasnya. (Red-MM).
