

mimbarmaritim.id (Jakarta)
Bertempat di Gedung Pelindo Tower, PT Pelindo Solusi Maritim (PT PSM) anak usaha dari PT Subholding Pelindo Jasa Maritim (PT SPJM) telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pertanggung jawaban Laporan Tahunan Tahun Buku 2025 pada tanggal 26 Juni 2026 yang lalu. Hasil RUPS menetapkan Pendapatan PT PSM tahun buku 2025 adalah sebesar Rp.326,23,- miliar atau 153,25% diatas RKAP dan 102,02% lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.
Selain itu, PT PSM juga catatkan realisasi pekerjaan docking kapal sebanyak 53 unit kapal dengan melampaui target sebesar 156% dari RKAP tahun 2025 dan 108,2% lebih banyak dibanding jumlah unit tahun sebelumnya.
Turut hadir pada RUPS tersebut, jajaran Dewan Komisaris dan Direksi PT PSM, pemegang saham mayoritas yang diwakilkan oleh Direktur Komersial PT SPJM dan pemegang saham minoritas yang diwakilkan oleh Direktur Pengembangan Bisnis Infrastruktur dan Layanan PT Integrasi Logistik Cipta Solusi (PT ILCS) dan Notaris.
Direktur Utama PT PSM, Budi Pratomo pada kesempatan itu menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh stakeholder yang telah mempercayakan PT PSM dalam pelayanan docking selama tahun 2025 sehingga PT PSM dapat melampaui target yang diberikan pemegang saham.
Budi Pratomo mengatakan bahwa kinerja positif yang diraih PT PSM adalah karena adanya transformasi yang mengakibatkan efisiensi pada sisi operasional. Tentunya hal akan kami optimalkan untuk terus meningkat di tahun 2026.
“Manajemen PT PSM berharap tahun 2026 dapat menjadi momentum untuk melakukan perluasan pangsa pasar pelayanan docking, peningkatan kualitas SDM, penambahan kegiatan bisnis PT PSM seperti pengerukan, alur dan coastal engineering serta peningkatan kolaborasi antar Pelindo Group yang dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan negara,” ujar Budi Pratomo.
Sementara, pemegang saham mayoritas PT PSM yang diwakilkan oleh Direktur Komersial PT SPJM, Suhendra dalan arahanya menyampaikan kepada Direksi PT PSM dengan pengawasan Dewan Komisaris PT PSM untuk memperhatikan dan melaksanakan beberapa hal, salah satu diantaranya agar melaksanakan Program Cost Optimization Pelindo (OPTIPI) secara terstruktur dan berkelanjutan tanpa mengganggu kegiatan operasional, aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (HSSE) dan kesiapan alat produksi dengan target utama pertumbuhan laba bersih, EBITDA dan penurunan BOPO.(Red-MM).
