
mimbarmaritim.id (Surabaya)
Kawasan terminal petikemas memiliki tingkat aktivitas yang tinggi dengan mobilitas kendaraan, barang, dan pengguna jasa yang berlangsung sepanjang hari. Kondisi tersebut menuntut setiap personel satuan pengamanan mampu bertindak cepat, memahami prosedur, serta menjalankan tugas sesuai kewenangannya. Kompetensi tersebut perlu terus diperbarui agar mampu menjawab dinamika pengamanan di lingkungan pelabuhan yang terus berkembang.
PT Pelindo Daya Sejahtera (PDS) menggelar Refresher Satuan Pengamanan bagi 145 orang personel yang bertugas di PT Pelindo Terminal Petikemas Surabaya. Kegiatan yang dilaksanakan dalam 4 (empat) batch tanggal, 4, 6, 8 Agustus dan tanggal 24 Agustus 2026. Hari ini menjadi sarana penyegaran kompetensi sekaligus memperkuat budaya keamanan, keselamatan, dan pelayanan di lingkungan operasional pelabuhan.
Selama pelatihan, para peserta memperoleh pembekalan mengenai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code sebagai standar internasional dalam sistem pengamanan fasilitas pelabuhan. Pemahaman terhadap kedua aspek tersebut menjadi bekal penting agar setiap personel mampu menjalankan tugas secara konsisten sesuai prosedur sekaligus menjaga keamanan kawasan pelabuhan.
Materi lain yang diberikan mencakup tugas pokok dan fungsi satuan pengamanan, pelayanan prima, sinergi dengan aparat kepolisian dalam pengaturan lalu lintas kawasan pelabuhan, prosedur penanganan tindak pidana di area kerja, hingga pemahaman mengenai kewenangan tenaga pengamanan. Peserta juga mendapatkan penguatan mengenai etika pemeriksaan terhadap orang maupun barang sesuai ketentuan yang berlaku, profesionalisme, serta integritas dalam menjalankan tugas.
Seluruh materi disampaikan oleh narasumber dari Tim HSSE PT Pelindo Terminal Petikemas Surabaya, Direktorat Binmas Polda Jawa Timur, dan manajemen PT Pelindo Daya Sejahtera yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidangnya masing-masing. Kolaborasi tersebut memberikan perspektif yang saling melengkapi, mulai dari aspek operasional, regulasi, hingga praktik pengamanan di lapangan.
Pelatihan ini sekaligus menegaskan kembali budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang diterapkan di lingkungan Pelindo Group. Seluruh personel diingatkan untuk terus menjaga komitmen terhadap zero fatality, zero penyusupan, zero pencurian, dan zero pencemaran lingkungan sebagai standar yang harus diwujudkan dalam setiap pelaksanaan tugas.
Regional Manager PT Pelindo Daya Sejahtera Regional Jawa, Ratminto, pada kesempatan tersebut mengingatkan seluruh peserta agar memanfaatkan refresher ini untuk memperkuat pemahaman terhadap tugas dan tanggung jawab sebagai personel satuan pengamanan.
Menurutnya, kompetensi harus berjalan beriringan dengan integritas dalam menjalankan profesi. “Ikuti setiap materi dengan sungguh-sungguh karena apa yang dipelajari di sini akan menjadi bekal saat bertugas di lapangan. Sebagai aparat pengamanan, kita juga harus menjaga integritas dan menjadi contoh dalam menaati aturan. Jangan sampai justru terlibat dalam tindakan yang melanggar hukum, termasuk praktik judi online maupun bentuk pelanggaran lainnya. Kepercayaan yang diberikan perusahaan harus dijaga dengan sebaik-baiknya,” jelas Ratminto.
Hal senada juga disampaikan Senior Manager (SM) HSSE PT Pelindo Terminal Petikemas Surabaya, I Nyoman Sudiartha. Dia mengingatkan seluruh peserta agar tidak ragu untuk bertanya apabila menemui hal yang belum dipahami selama menjalankan tugas.
“Kalau selama bertugas ada yang belum dipahami, jangan takut bertanya. Tanyakan kepada atasan sesuai struktur yang ada. Komunikasi yang baik akan membantu kita bekerja lebih tepat, lebih aman, dan sesuai prosedur,” kata Nyoman.
Nyoman, menjelaskan kompetensi personel keamanan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran operasional terminal petikemas. Melalui penyegaran yang dilakukan secara berkala, setiap personel diharapkan semakin siap menjalankan tugas secara profesional, disiplin, dan berintegritas.
“Agar ingkungan pelabuhan yang aman dan tertib akan mendukung kelancaran arus logistik, memberikan rasa aman bagi para pengguna jasa, serta menjaga kelancaran aktivitas distribusi barang yang menjadi bagian penting dari roda perekonomian,” tutup Nyoman.(Red-MM).
