mimbarmaritim.id (Surabaya)
Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke-55 Tahun 2026, salah satu momentum penting bagi seluruh insan Perhubungan dan masyarakat Indonesia pengguna jasa transportasi darat, laut dan udara. Tentu peringatan Harhubnas ke-55 Tahun 2026 ini, bahwa keselamatan harus menjadi budaya dalam setiap layanan transportasi.
Karena transportasi ini berperan strategis dalan menghubungkan pulau, untuk mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi barang, sehingga konektivitas harus sejalan dengan keselamatan, ketertiban, dan kualitas pelayanan.
Harhubnas ke-55 Tahun 2026 mengusung tema “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju,” melalui tema tersebut pentingnya transportasi sebagai penghubung masyarakat sekaligus penggerak aktivitas pertumbuhan ekonomi.
“Transportasi itu bukan hanya tentang kendaraan dan infrastruktur. Namun transportasi dapat menghubungkan pulau dengan pulau, kota dengan desa, dan sentra produksi dengan pasar, sesuai dengan arahan Bapak Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi pada peringatan Harhubnas ke-55 Tahun 2026,” kata Direktur PT Prima Anugerah Sejahterah dan PT Prima Mas Berau, Nugrahi Mawan yang lebih familiar disapa Ahong saat berbincang – bincang dengan Mimbar Maritim usai menghadiri Acara Ulang Tahun ASDEKI ke-19 di Surabaya, Kamis (17/9/2026).
Ahong juga menjabat sebagai Wakil Bendahara Umum DPP ASDEKI mengatakan dengan semangat peringatan Harhubnas ke-55 Tahun 2026, konektivitas harus dibangun sejalan dengan keselamatan. Setiap insan perhubungan bekerjasama dengan seluruh pemangku kepentingan maupun masyarakat, dituntut untuk tanggap menghadapi berbagai kondisi di lapangan.
“Karena, ketika kondisi tidak aman, tentu pemangku kepentingan harus berani bertindak tegas menghentikan operasi. Namun, alternatif dan solusi juga harus segera dicari agar mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan dan logistik tidak terputus,” ucapnya.
Seiring perkembangan zaman, sambung Ahong, saat ini transformasi digital menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi. Maka teknologi harus mampu memperkuat pengawasan dalam menghadirkan sistem pelayanan transportasi yang semakin tertib dan aman, berdampak terhadap keselamatan.
“Perjalanan harus semakin selamat, kepatuhan yang semakin baik, dan sistem logistik semakin tertib karena kehadiran teknologi tidak dapat menggantikan peran manusia dalam pelayanan publik,” ujar Ahong.
Menurut, Ahong, secanggih apa pun teknologi, pada akhirnya pelayanan publik tetap dilakukan manusia, karena ukuran keberhasilan transportasi pada akhirnya adalah manfaatnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
Ahong menambahkan semoga peringatan Harhubnas ke-55 Tahun 2026 dapat menjadi momentum menghadirkan transportasi yang aman, terkoneksi, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas pelayanan transportasi pada umumnya dan khususnya bagi kami di daerah di Kabupaten Berau – Kalimantan Timur.(Red-MM).
