
mimbarmaritim.id (Banjarmasin)
Memasuki hari ke-12, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan terus mengoptimalkan dukungan serta pengerahan armada dan personel dalam Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) Gabungan terhadap insiden KMP Virgo Transport 8 di Perairan Laut Jawa.
Salah satunya dengan mengerahkan Kapal Negara Kenavigasian KN Kunyit dari Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin yang mengangkut Reefer Container (kontainer berpendingin) menuju Ring 1 area operasi untuk mendukung penanganan dan penyimpanan sementara jenazah hasil evakuasi.
Kepala Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin, Hary Bowo Seno Putro mengungkapkan fokus utama operasi SAR pada hari ke-12 ini diprioritaskan pada penyelaman ke dalam badan kapal untuk mencari dan mengevakuasi korban yang diperkirakan masih terjebak serta menegaskan komitmen penuh jajarannya dalam memberikan dukungan pada Operasi SAR Gabungan tersebut.
“Dengan dikerahkannya kembali KN Kunyit, dukungan Kementerian Perhubungan dalam operasi ini semakin diperkuat, khususnya dalam kesiapan penanganan korban dan dukungan logistik di lokasi kejadian,” demikian disampaikan Hari Bowo Seno Putro lebih akrab disapa Bowo, melalui keterangan resmi diterima redaksi Mimbar Maritim, Kamis (24/9/2026).
Bowo menjelaskan bahwa armada pendukung Ditjen Perhubungan Laut lainnya telah beroperasi aktif di lokasi kejadian sejak awal operasi. Kapal-kapal Direktorat Jenderal Perhubungan Laut lainnya, seperti KN Miang Besar dari Distrik Tipe A Kelas I Samarinda dan KN Grantin P.211 dari Pangkalan PLP Kelas II Tanjung Perak, telah berada di lokasi kejadian untuk menyokong logistik, mobilisasi, dan skema evakuasi jalur laut menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.
“Kapal KN Miang Besar dan KN Grantin P.211 terus siaga di lokasi untuk mendukung evakuasi korban, logistik, dan kebutuhan operasional SAR. Bersama KN SAR Wisanggeni dan KP Orca, kapal-kapal ini menjadi pilar utama skema evakuasi jalur laut menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin,” ujar Bowo.
Selain itu, lanjut Bowo, seluruh jajaran teknis di lapangan, baik KSOP, KPLP, maupun Distrik Navigasi Banjarmasin, diinstruksikan untuk memperkuat koordinasi, menjaga kelancaran alur evakuasi, serta terus bersinergi erat dengan Basarnas, TNI AL, TNI AU, Polri, dan seluruh potensi SAR yang terlibat. Prioritas utama adalah pencarian korban dengan tetap mengedepankan keselamatan seluruh personel di lapangan.
Bowo juga menyebutkan berdasarkan prakiraan BMKG, kondisi cuaca di area operasi dilaporkan cerah berawan dengan angin bertiup dari Tenggara – Timur Tenggara hingga selatan kecepatan 10 – 20 knot, serta tinggi gelombang rendah (0,5 – 1,25 meter) dan arus permukaan kurang dari 1 knot.
“Meski kondisi cuaca umum diprakirakan mendukung, keselamatan seluruh personel tim SAR Gabungan, khususnya para penyelam yang menghadapi risiko perubahan arus bawah air, tetap menjadi prioritas utama. Seluruh kegiatan wajib dilaksanakan sesuai SOP standar masing-masing satuan. Kami terus mengimbau seluruh tim untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, dan sinergi agar proses pencarian dan evakuasi ini berjalan lancar dan aman,” pungkas Bowo.
Sebagai informasi, berdasarkan data resmi Basarnas per tanggal 24 September 2026 pukul 18.00 WITA, total penumpang di atas kapal (Person on Board/POB) tercatat sebanyak 243 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 150 orang telah ditemukan dengan rincian 108 orang selamat dan 42 orang meninggal dunia. Sementara itu, 93 orang korban lainnya masih dalam pencarian.(MM-01).
