
mimbarmaritim.id (Jakarta)
Ekosistem digital di sektor pelayaran dan pelabuhan Indonesia kembali mencatatkan lompatan strategis. Kantor Distrik Navigasi (Disnav) Tipe B Tanjung Priok secara resmi mengudara dengan sistem pembaruan terbaru : SIMOLI V2 (Sistem Informasi BLU). Transformasi digital ini bukan sekadar pergantian antarmuka aplikasi, melainkan sebuah perubahan fundamental dari tata kelola manual menuju otomasi cerdas yang terintegrasi penuh dalam Digital Waterway. Langkah inovatif ini dirancang untuk menjawab tantangan efisiensi, akuntabilitas keuangan, serta kelancaran lalu lintas kapal di kawasan pelabuhan terbukut di Indonesia.
“Mengapa SIMOLI V2 Mengubah Peta Permainan? dimana pada versi terdahulu (SIMOLI V1), petugas operasional kerap dihadapkan pada kerumitan administratif. Penginputan nilai kurs secara manual, risiko duplikasi penomoran tagihan yang memicu gagal validasi, keterbatasan sistem dalam mengenali tipe pelayaran (domestik/asing maupun liner), hingga respons sistem yang lambat kerap menjadi batu sandungan,” kata Kepala Kantor Disnav Tipe B Tanjung Priok Dr.Capt Mugen S Sartoto kepada Mimbar Maritim, usai Launching SIMOLI dan Focus Group Discussion (FGD) Standar Operasional Prosedur (SOP) Otomasi Layanan Jasa Vessel Traffic Services (VTS) bertempat di Hotel Novotel Mangga Dua – Jakarta, hari ini Rabu (7/10/2026).
Capt Mugen menjelaskan kehadiran SIMOLI V2 secara radikal memangkas potensi human error dan hambatan tersebut melalui :
Pertama : Otomatisasi Kurs & Klasifikasi Cerdas : Kurs mata uang terintegrasi secara langsung. Sistem secara cerdas mampu mengenali klasifikasi kapal dan konteks data yang masuk secara otomatis. Kedua : Penomoran Terkontrol & Valid : Sistem mencegah terjadinya nomor tagihan ganda sehingga alur validasi di Inaportnet menjadi aman tanpa perlu revisi bolak-balik.
Ketiga : Kinerja Tinggi : Optimasi basis data menghasilkan waktu respon yang sangat cepat dan stabil.
Selain itu, lanjut Capt Mugen, Arsitektur Integrasi Single Billing karena Aliran Data Terpadu Keunggulan utama dari SIMOLI V2 terletak pada kemampuannya berintegrasi secara mulus dalam ekosistem digital pelabuhan nasional.
Kolaborasi ini menghubungkan 3 (tiga) pilar utama yaitu :
1. Inaportnet (Operational Hub): bertindak sebagai pusat data operasional yang mengumpulkan Pemberitahuan Kedatangan Kapal (PKK) dan Surat Persetujuan Olah Gerak (SPOG). Inaportnet juga berfungsi sebagai Billing Pool yang mengkonsolidasi seluruh komponen tagihan jasa pelabuhan.
2. SIMOLI (Processing Engine): bertindak sebagai mesin kalkulasi presisi yang menerima pemicu (trigger) data dari Inaportnet untuk memproses invoice spesifik layanan VTS (Vessel Traffic Services) dan Rambu/SBNP (Sarana Bantu Navigasi Pelayaran).
3. SSm Pengangkut (Financial Gateway) : mengkonsolidasi data dari Billing Pool menjadi Satu Kode Bayar (Single Billing Code), memungkinkan pengguna jasa melunasi seluruh kewajiban finansial dalam satu pintu pembayaran.
Capt Mugen menuturkan saat pembayaran dikonfirmasi, status “Lunas” dipancarkan secara real-time. Inaportnet secara otomatis membuka blokir administratif dan memicu penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) tanpa jeda rekosiliasi manual. Otomatisasi VTS & Aturan Emas SLA 30 menit Salah satu terobosan paling progresif dalam operasional harian adalah implementasi Konsep Otomatisasi VTS. Selama ini, verifikasi pelayanan navigasi oleh petugas VTS sering menghadapi kendala tenggat waktu.
“Melalui aturan baru ini, ditetapkan SLA (Service Level Agreement) ketat selama 30 menit dengan alasannya :
• Setelah agen/nakhoda menyampaikan Realisasi SPOG, petugas VTS memiliki waktu 30 menit untuk melakukan verifikasi manual.
• Jika SLA 30 Menit terlampaui, mesin otomatisasi akan mengambil alih secara cerdas.
• Lokasi Awal tidak sama dengan Lokasi Akhir: Sistem mendeteksi adanya pergerakan fisik kapal, sehingga kalkulasi tagihan VTS otomatis dijalankan.
• Lokasi Awal sama dengan Lokasi Akhir: Sistem mendeteksi kapal tidak berpindah tempat, sehingga perhitungan dihentikan,” terang Capt Mugen.
Menurutnya, langkah otomasi ini akan dapat menjamin kelancaran arus dokumen tanpa menyandera proses keberangkatan kapal, namun tetap menempatkan manusia dalam fungsi kontrol evaluasi pasca-otomasi.
Akuntabilitas dan Evaluasi Pasca-Otomasi
Transparansi keuangan tetap menjadi prioritas utama Badan Layanan Umum (BLU) Distrik Navigasi dan Otomatisasi tidak serta-merta menghilangkan pengawasan.
Capt Mugen menambahkan, Petugas Disnav tetap melakukan evaluasi berkala terhadap data terotomasi untuk menangani kondisi pengecualian yaitu jika Kurang Bayar : Agen melakukan pembayaran tambahan untuk pelunasan. Lebih Bayar : Agen dapat mengajukan mekanisme restitusi (pengembalian dana). Sesuai : Proses dinyatakan selesai secara akuntabel,” tambah Capt.Mugen.
“Langkah inovatif Distrik Navigasi Tipe B Tanjung Priok dengan meluncurkan SIMOLI V2 patut diapresiasi tinggi. Integrasi cerdas antara Inaportnet, SIMOLI, dan SSm Pengangkut ini bukan sekadar modernisasi software, melainkan komitmen nyata dalam memangkas dwelling time, mencegah pungli, serta memberikan kepastian layanan bagi para pelaku logistik laut. Dengan sistem yang lebih pintar, akurat, dan transparan, daya saing pelabuhan Indonesia di kancah internasional kini semakin kuat dan kokoh,” pungkas Capt Mugen.(Red-MM).
