
mimbarmaritim.id (Kendawangan)
Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Tahun 2026 tidak berhenti pada acara seremoni. Di daerah khususnya Kendawangan, Provinsi Kalimantan Barat momentum tersebut masih dilakukan untuk mendekatkan layanan keselamatan pelayaran langsung kepada masyarakat pesisir yang selama ini paling rentan bersentuhan dengan risiko di laut.
Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Kendawangan menggelar Puncak Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Tahun 2026 bertempat di Terminal Penumpang Kantor UPP Kelas III Kendawangan, Kalimantan Barat, Kamis (15/10/2026) kemarin.
Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian peringatan Harbubnas Tahun 2026 yang telah dimulai sebelumnya melalui olahraga (senam) bersama dan korve insan Perhubungan, pemberian santunan kepada anak yatim, dan ucapan syukur melalui doa bersama.
Pada acara puncak, Kantor UPP Kelas III Kendawangan juga melaksanakan berbagai kegiatan diantaranya Sosialisasi Kampanye Keselamatan Pelayaran, pemberian Piagam Penghargaan Mitra Perhubungan, penyerahan Pas Kecil, Surat Keterangan Kecakapan, dan bantuan alat keselamatan berupa jaket penolong (life jacket) kepada para Nelayan di Kendawangan dan dilanjutkan dengam penandatangan Perjanjian Kerjasama antara UPP Kelas III Kendawangan dengan Bumdes Banjarsari tentang pengadaan layanan publik air bersih.
Kepala Kantor UPP Kelas III Kendawangan, Akmad Yani Ridzani, S.Si.T., M.M.Tr., M.Mar.E., dalam sambutanya menyampaikan bahwa peringatan Harhubnas Tahun 2026 ini berbeda dan lebih bermakna ditengah cobaan yang kita alami bersama juga merupakan momentum bagi insan Perhubungan untuk mewujudkan budaya keselamatan dalam melayani masyarakat.
“ Karena, Hari Perhubungan Nasional bukan lah hanya sekadar peringatan tahunan. Kami memastikan bahwa pelayanan keselamatan pelayaran agar benar – benar sampai kepada masyarakat, termasuk nelayan yang setiap hari melaut dengan kapal berukuran kecil,” jelas Akmad Yani Ridzani lebih akrab disapa Yani.
Menurutnya, bahwa keterlibatan lintas unsur tersebut menegaskan komitmen bersama dalam penyelenggaraan keselamatan pelayaran di Perairan Kendawangan harus bertumpu pada koordinasi banyak pihak, mulai dari aparat keamanan, pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, hingga masyarakat pengguna jasa.
Yani mengungkapkan pelabuhan dengan lalu lintas padat dimana pelabuhan Kendawangan merupakan salah satu pelabuhan dengan aktivitas pelayaran yang padat di wilayah Kalimantan Barat. Komoditas utama yang dilayani meliputi bauksit, alumina, minyak sawit mentah (CPO), dan pasir silika serta hasil hutan.
“Tingginya lalu lintas kapal serta keberadaan sejumlah terminal khusus di wilayah kerja Kendawangan menuntut kesiapan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga keselamatan, keamanan, kelancaran, dan ketertiban pelayaran. Oleh, sebab itu keselamatan pelayaran adalah merupakan tanggung jawab kita bersama. Pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat pengguna jasa harus berjalan seiring,” tegas Yani.
Yani juga menambahkan perlu diketahui tentang KUPP Kelas III Kendawangan adalah Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Kendawangan merupakan unit pelaksana teknis Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan RI, yang tugasnya melaksanakan fungsi pengaturan, pengendalian, dan pengawasan kegiatan kepelabuhanan serta keselamatan dan keamanan pelayaran di wilayah kerja Pelabuhan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat.
Turut hadir dalam kegiatan ini Lintas Sektor hingga Nelayan diantaranya Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Ketapang, Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Ketapang, Sekretaris Kecamatan Kendawangan, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Kendawangan, Bea Cukai, Imigrasi dan Karantina Ketapang.
Selain itu, dihadiri juga para Kepala Desa di wilayah pesisir Kendawangan, pengelola terminal khusus, perusahaan keagenan kapal dan pelayaran, Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), tokoh masyarakat, dan kelompok nelayan.(Red-MM).
