

mimbarmaritim.id (Klaten)
PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) meresmikan Program Desa Mandiri melalui Pemberdayaan Petani Desa Munggung, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada hari ini Kamis (5/11/2026)
Peresmian dihadiri oleh Staff Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Sekda Kabupaten Klaten Joko Hendrawan S.H M.M, Direktur Utama PELNI Service Didik Martono, Vice President Treasury dan TJSL PELNI Sayyidah Sarah Ghaida, Kepala Cabang PELNI Semarang Yuniati Fatimah dan sejumlah pejabat daerah serta tokoh masyarakat setempat.
Sekretaris Perusahaan PELNI Ditto Pappilanda mengatakan bahwa Program Desa Mandiri di Klaten merupakan program ketiga yang diinisiasi perusahaan. Sebelumnya, PELNI telah meresmikan program serupa di Cianjur, Jawa Barat, pada tahun 2024 dan di Batu, Jawa Timur, pada Ttaun 2025. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen PELNI dalam menjalankan program TJSL yang tidak hanya memberikan manfaat sosial, tetapi juga mendorong terciptanya nilai tambah melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Sebagai perusahaan transportasi laut yang setiap hari melayani ribuan penumpang, PELNI memiliki kebutuhan bahan pangan yang harus dipenuhi secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan kualitas dan ketersediaannya. Melalui Program Desa Mandiri di Desa Munggung kami ingin membangun kemitraan yang saling memberikan manfaat, yaitu petani dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas beras, sementara kebutuhan pasokan beras untuk pelayanan penumpang PELNI juga dapat didukung secara berkelanjutan,” kata Ditto.
Ditto menjelaskan Desa Munggung dipilih karena merupakan salah satu desa pemasok beras bagi PELNI Services, anak perusahaan PELNI yang bergerak dalam penyediaan kebutuhan bahan baku makanan untuk kapal-kapal penumpang. Ketersediaan beras dengan kualitas dan kuantitas yang terjaga menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung penyediaan makanan bagi penumpang selama perjalanan.
Pada periode Januari hingga Oktober 2026, PELNI telah melayani lebih dari 4,5 juta penumpang di berbagai wilayah Indonesia. Dengan rata-rata sekitar 14.000 hingga 15.000 penumpang setiap hari, kebutuhan bahan pangan, termasuk beras, menjadi bagian penting yang harus dipastikan ketersediaan dan mutunya.
Program Desa Mandiri ini akan dilaksanakan selama 12 bulan dengan sejumlah kegiatan pendampingan dan peningkatan kapasitas petani. Kegiatan tersebut meliputi pelatihan pembuatan benih padi mandiri, budidaya padi dan penyediaan benih IR 32, demplot budidaya padi premium Japonica, pengendalian hama terpadu, serta praktik pembuatan pupuk mineral, herbisida, dan fungisida mandiri.
Selain aspek budidaya, lanjut Ditto, program ini juga mencakup pelatihan penanganan pascapanen, pengadaan fasilitas pengering padi, penguatan kelembagaan kelompok tani, serta pendampingan dan monitoring secara berkala. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen, termasuk memperbaiki proses pengemasan dan menjaga keamanan pangan.
Ditto menambahkan program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil pertanian, tetapi juga mendorong petani agar memiliki kemampuan dan daya saing yang lebih baik dalam jangka panjang.
“Kami berharap program ini dapat menjadi langkah awal bagi petani Desa Munggung untuk semakin mandiri, produktif, dan mampu menghasilkan beras dengan kualitas yang semakin baik. Terima kasih kepada Universitas Brawijaya, Pemerintah Desa Munggung, Gapoktan Maju Lancar, serta seluruh masyarakat dan pihak yang telah mendukung program ini. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Ditto.
Menurutnya, Program Desa Mandiri PELNI di Desa Munggung sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) Nomor 10, yaitu Berkurangnya Kesenjangan, melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat dan penguatan kapasitas kelompok tani.
“PELNI berkomitmen untuk terus menjalankan program TJSL yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, sekaligus mendukung keberlanjutan usaha dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan,” pungkas Ditto.(Red-MM).
