
mimbarmaritim.id (Cirebon)
Dalam rangka mendukung Program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Cirebon bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cirebon melaksanakan kegiatan deteksi dini penyalahgunaan narkotika bagi para Anak Buah Kapal (ABK) yang beraktivitas di kawasan Pelabuhan Cirebon dan perwakilan dari KSOP Kelas II Cirebon, PT. Pelindo Regional 2 Cabang Cirebon dan PT.PTP Cabang Cirebon yang dilaksanakan hari ini,Selasa (10/3/2026).
Kegiatan disaksikan langsung Kepala Kantor KSOP Kelas II Cirebon Ferry Anggoro Hendianto dan Kepala BNN Kota Cirebon Kombes Pol Rohadi, S.I.K. Pelaksanaan kegiatan ini sebagai langkah konkret dalam upaya pencegahan serta pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika khususnya di lingkungan pelabuhan, pada sektor transportasi laut yang memiliki mobilitas tinggi sehari – hari.
Ferry Anggoro Hendianto pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa kegiatan dilakukan merupakan deteksi dini terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika serta merupakan bagian dari komitmen bersama untuk menjaga keselamatan dan keamanan pelayaran.
“Karena pelabuhan merupakan salah satu objek vital dan titik strategis dalam lalu lintas barang. Oleh karena itu, upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan, termasuk melalui deteksi dini bagi para ABK,” ungkap Ferry.
Ferry mengungkapkan bahwa Kantor KSOP Kelas II Cirebon sangat mengapresiasi sinergi dan kolaborasi yang dilakukan bersama BNN Kota Cirebon dalam melaksanakan kegiatan ini.
“Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan deteksi dini ini. Kolaborasi antara KSOP Cirebon dan BNN Kota Cirebon merupakan bentuk nyata komitmen bersama dalam mendukung program P4GN di lingkungan pelabuhan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ferry menyampaikan bahwa keterlibatan para ABK dalam kegiatan deteksi dini merupakan langkah penting untuk memastikan seluruh insan maritim terbebas dari penyalahgunaan narkotika.
“Para ABK memiliki peran penting dalam operasional pelayaran. Dengan memastikan mereka bebas dari penyalahgunaan narkotika, maka keselamatan pelayaran dan keamanan lingkungan pelabuhan dapat lebih terjamin,” ujarnya.
Ferry juga menekankan bahwa sinergi antar lembaga seperti ini menjadi faktor utama dalam menghadapi ancaman peredaran narkotika yang dapat masuk melalui jalur laut.
“Sinergi antar lembaga menjadi kunci utama dalam menangani ancaman narkotika yang dapat menyusup melalui jalur laut. Melalui kerja sama yang solid antara KSOP, BNN, serta seluruh pemangku kepentingan di pelabuhan, kita dapat memperkuat pengawasan sekaligus upaya pencegahan secara menyeluruh,” jelas Ferry.
Melalui kegiatan ini, tambah Ferry, diharapkan kedepannya tercipta lingkungan pelabuhan yang bersih dari narkotika serta dapat meningkatkan kesadaran seluruh pelaku jasa transportasi laut akan pentingnya mendukung program P4GN demi keselamatan pelayaran dan keamanan nasional.(Red-MM).
