
mimbarmaritim.id (Tual)
Kementerian Perhubungan melalui Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Tual menyiapkan sebanyak 14 armada kapal serta 77 personel gabungan untuk mendukung kelancaran Posko Angkutan Lebaran 2026 di wilayah perairan Kota Tual dan sekitarnya. Hal ini disampaikan Kepala UPP Kelas II Tual, Hamdi Abduh, S.Sos., usai memimpin rapat koordinasi kesiapan angkutan Lebaran bersama sejumlah instansi terkait di Kantor UPP Kelas II Tual, Selasa (10/3/2026).
Hamdi mengatakan, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi guna memastikan kesiapan armada serta pelayanan transportasi laut menjelang arus mudik Lebaran Tahun 2026.
Ia juga menjelaskan pelaksanaan rapat koordinasi tersebut terkait kesiapan posko dan armada yang akan beroperasi selama angkutan Lebaran tahun 2026 ini. Adapun 14 armada kapal yang disiapkan terdiri dari beberapa jenis kapal milik berbagai operator pelayaran. Empat kapal merupakan kapal PT Pelni yang melayani angkutan penumpang nasional, yakni KM Labobar, KM Dobonsolo, KM Sirimau, dan KM Tatamailau.
Selain itu, lanjut Hamdi, terdapat empat kapal perintis yang berpangkalan di Tual, yakni KM Sabuk Nusantara 39, KM Sabuk Nusantara 54, KM Sabuk Nusantara 60, dan KM Sabuk Nusantara 67. Sementara untuk pelayanan antar pulau di wilayah Kepulauan Kei, UPP juga menyiapkan tiga kapal cepat, yaitu Elugo Express, Telaga Express, dan Samudera Jaya VI. Adapun tiga armada lainnya merupakan kapal feri milik PT ASDP, yang akan melayani penyeberangan di wilayah tersebut.
Hamdi mengungkapkan dalam rapat koordinasi tersebut pihaknya juga turut menghadirkan BMKG Kota Tual untuk memaparkan kondisi cuaca yang diprediksi akan memengaruhi aktivitas pelayaran dalam beberapa hari ke depan.
“Dalam rapat koordinasi ini, BMKG menyampaikan bahwa dalam satu minggu ke depan ada siklus cuaca yang perlu diwaspadai. Namun informasi cuaca akan terus diperbarui dan disampaikan melalui posko,” ujarnya.
Hamdi mengatakan KUPP Kelas II Tual juga telah menyiapkan Maritime Coordination Center (MCC) yang dilengkapi dengan peralatan pemantauan untuk membantu memprediksi kondisi cuaca di wilayah perairan.
Dalam rapat koordinasi ini, Hamdi juga menyinggung persoalan transportasi laut menuju Kepulauan Kur, yang sebelumnya sempat menjadi perhatian masyarakat karena kapal perintis tidak lagi singgah di wilayah tersebut pada tahun 2026. Menurutnya, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Tual serta pihak pusat untuk mencari solusi yakni dilakukan deviasi rute kapal perintis, sehingga kapal Sabuk Nusantara 39 dan Sabuk Nusantara 67 dapat singgah di Kepulauan Kur untuk melayani masyarakat.
“Dalam mendukung pengamanan dan pelayanan di pelabuhan, KUPP Kelas II Tual telah membentuk Posko Terpadu bersama sejumlah instansi, termasuk Polres Tual, yang akan ditempatkan di area Pelabuhan Yos Sudarso Tual. Untuk pelayanan angkutan Lebaran, Posko Angkutan Lebaran UPP Tual akan beroperasi mulai tanggal 13 Maret hingga 30 Maret 2026,” sebut Hamdi.
Sementara itu, tambah Hamdi, puncak arus mudik diperkirakan terjadi saat kedatangan beberapa kapal penumpang besar, di antaranya KM Dobonsolo pada tanggal 19 Maret serta KM Tatamailau pada tanggal 21 Maret.
“Posko ini bersifat terpadu sehingga semua instansi terkait dapat bersinergi dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta pelayanan kepada masyarakat. Adapun total personel yang terlibat dalam posko tersebut sebanyak 77 orang, terdiri dari 61 personel UPP Tual, Navigasi Tual 3 orang, Pangkalan PLP Tual 3 orang, TNI 3 orang, KP3 7 orang, Polair 4 orang, Karantina 2 orang, serta Basarnas 2 orang,” terangnya.
Hamdi menambahkan dengan berbagai kesiapan tersebut, diharapkan pelayanan transportasi laut selama masa mudik Lebaran Tahun 2026 dapat berjalan aman, lancar, dan tertib bagi seluruh masyarakat yang melakukan perjalanan melalui Pelabuhan Tual.(Red-MM).
