
mimbarmaritim.id (Jakarta)
Aksi penyelamatan nyawa di laut kembali menunjukkan pentingnya koordinasi antar-instansi. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kepulauan Seribu bersama KSOP Utama Tanjung Priok berhasil melaksanakan evakuasi medis (medevac) terhadap seorang kru kapal yang sakit di kapal tanker yang sakit berbendera Liberia di Perariran Pulau Seribu, hari ini, Jumat (20/3/2026), meskipun sempat mendapatkan penolakan dari Nakhoda kapal.
Kejadian bermula dari laporan pihak BASARNAS mengenai adanya hambatan dalam proses evakuasi kru di perairan Kepulauan Seribu. Menindaklanjuti hal tersebut, KSOP Kelas IV Kepulauan Seribu segera berkoordinasi dengan Kepala Kantor KSOP Utama Tanjung Priok, Capt. Heru Susanto, untuk menyusun strategi penanganan cepat.
Capt. Heru Susanto merespons dengan menerjunkan tim Port State Control (PSC) KSOP Utama Tanjung Priok yang dipimpin oleh Capt. Budi Paros Sitohang, Kepala Seksi Pengawasan Kelaiklautan Kapal, guna memberikan pendampingan teknis dan hukum kepada KSOP Kelas IV Kepulauan Seribu di lokasi Perairan Pulau Seribu – Jakarta Utara.
Kepala KSOP Utama Pelabuban Tanjung Priok Capt.Heru Susanto menjelaskan datas kapal, tim melakukan verifikasi menyeluruh dan memberikan edukasi tegas kepada Nakhoda dan perusahaan mengenai hak-hak pelaut yang dilindungi secara internasional dalam MLC 2006 (Maritime Labour Convention). Tim menekankan bahwa setiap pelaut berhak mendapatkan perawatan medis segera di darat jika kondisi di atas kapal tidak memadai.
Dalam pemeriksaan tersebut, lanjut Capt.Heru Susanto, ditemukan bahwa mualim 3 kecelakaan kerja saat bekerja di deck pada tanggal 11 Maret 2026 saat kapal berlayar menuju Singapura. Setelah proses edukasi tersebut, Nakhoda dan perusahaan akhirnya mengizinkan kru untuk diturunkan dan mendapatkan perawatan didarat sebelum kemudian dipulangkan kenegaranya India.
“Keberhasilan evakuasi ini adalah buah dari kolaborasi yang sangat baik di lapangan. Kami bergerak satu komando untuk memastikan hak pelaut terpenuhi dan keselamatan nyawa menjadi prioritas utama,” ujar Capt. Heru Susanto.
Capt.Heru Susanto menambahkan proses evakuasi akhirnya sukses terlaksana berkat kerja sama solid antara tim KSOP Utama Tanjung Priok, KSOP Kepulauan Kelas IV Kepulauan Seribu, BASARNAS, dan Balai Besar Karantina Kesehatan(BBKK). Kru kapal yang bersangkutan kini telah berada dalam penanganan medis lebih lanjut.(MM-01).
