
mimbarmaritim.id (Jakarta)
Kementerian Perhubungan RI cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Priok, Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya bersama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 bersama PT Pelindo Regional 2 Cabang Tanjung Priok secara resmi menutup Operasional Command Center Pengendalian Arus Logistik Terpadu Pada Periode Pasca Idul Fitri Tahun 2026, bertempat di Museum Maritim Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (20/4/2027).
Hadir dalam kegiatan penutupan Operasional Command Center Pengendalian Arus Logistik Terpadu Pada Periode Pasca Idul Fitri Tahun 2026 diantaranya Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Muhammad Masyhud, Kepala KSOP Utama Tanjung Priok Capt Heru Susanto, Dirlantas Polda Metro Jaya diwakili Wadir Lantas Polda Metro Jaya AKBP Ariek Indra Sentanu, Kepala Kantor Distrik Navigasi Tipe B Tanjung Priok Capt.Mugen S Sartoto, Walikota Jakarta Utara, Kadis Perhubungan DKI Jakarta diwakili Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara Heri, Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Direktur Pelindo Antar Lembaga Hendry Ginting.
Kantor KPU Bea Cukai Tanjung Priok, Kantor Balai Besar Karantina Hewan dan Tumbuhan Tanjung Priok, Kantor Karantina Kesehatan Tanjung Priok, Executice Direktur Pelindo Regional 2 Budi Prasetio, Executive General Manager (EGM) Yandri Trisaputra, Polres Jakarta Utara, Polres Pelabuhan Tanjung Priok, para Direktur Anak Perusahaan Pelindo Group di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok, Asosiasi INSA, ISAA, Ketua DPW APBMI Jakarta Capt.Suwondo, Klub Logindo, Aptrindo dan seluruh stakeholder lainnya di pelabuhan Tanjung Priok.
Dirjen Perhubungan Laut Muhammad Masyhud dalam sambutannya mengatakan bahwa Operasional Command Center Pengendalian Arus Logistik Terpadu Pada Periode Pasca Idul Fitri Tahun 2026, berlangsung dari tanggal 30 Maret 2026 hingga sampai tanggal 19 April 2026.
“Tentu pelaksanaan Operasional Command Center ini menuntut kita harus selalu sigap dan saya merasa senang dan bangga karena Bapak Menteri Perhubungan tidak ada komplen. Hal ini luar biasa dan bersyukur berkat kerjasama dan kolaborasi serta kekompakan kita semua yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Sehingga operasional pelabuhan dapat berjalan dengan aman, lancar dan terkendali tanpa ada gejolak atau dengan cerita aktivitas kepelabuhana sehari – hari yang sering disebut dalam media sosial horor, namun sebenarnya itu tidak ada,” jelas Dirjen Masyhud.
Masyhud mengatakan sesuai harapan dan arahan Bapak Menteri Perhubungan terkait pembatasan transportasi agar kedepan adanya pemberitahuan dan sosialisasi serta mitigasinya lebih awal lagi, supaya persiapan pada saat menjelang hari H nya tidak ada hal – hal yang mis komunikasi.
Menurut Dirjen Masyhud, bahwa keberhasilan ini bukan kebetulan, namun hal ini merupakan hasil mekanisne yang kita bangun bersama di Command Center melalui beberapa strategi yang kita lakukan dalam Operasional Pengendalian Arus Logistik Terpadu Pada Periode Pasca Idul Fitri Tahun 2026, karena dengan kondisi seperti ini tentu ada perubahan dan kebijakan juga ada masanya.
“Dengan adanya beberapa strategi yang kita lakukan di Operasional Pengendalian Arus Logistik Terpadu Pada Periode Pasca Idul Fitri Tahun 2026, saya sangat apresiasi dan Bapak Menteri Perhubungam juga sangat senang ketika kita sampaikan keberhasilan yang kita capai saat mengatur kuota gate pass di terminal petikemas dari 0 persen hingga 75 persen. Hal ini merupakan langkah preventif yang sangat efektif dalam mengelola kapasitas jalan agar tidak terjadi stagnasi jalan akses menuju pelabuhan,” terang Dirjen Masyhud.
Selanjutnya, kata Dirjen Masyhud, telah dilakukan monitoring YOR (Yard Occupancy Ratio) ketat dilapangan yang benar-benar sangat diperhatikan dan kerjasama dengan Command Center dengan laporan yang reel dalam memastikan produktivitas operasional terminal di pelabuhan.
Selain itu, lanjut Dirjen Masyhud, telah melalukan strategi sinergi tanpa skat dengan harapan bahwa saat ini sinergi tanpa skat betul – betul sangat diperlukan sekali, karena ketika pemerintah mengeluarkan kebijakan tanpa adanya skat tentu kebijakan itu bisa direalisasikan.
“Karena rekan – rekan Kepolisian, Pelindo dan Terminal Operator serta stakeholder terkait melalui Command Center di Terminal Nusantara II Tanjung Priok ini adalah kunci penanganan dan respon cepat kebijakan untuk mengatasi potensi hambatan yang terjadi,” ungkap Dirjen.
Dirjen menambahkan, diharapkan dengan hasil evalusi Operasional Pengendalian Arus Logistik Terpadu Pada Periode Pasca Idul Fitri Tahun 2026, sebagai standar ulang apa yang telah berhasil dalam penerapan gate pass di terminal pelabuhan harus menjadi contoh bagi pelabuhan – pelabuhan lainnya di Indonesia pada masà – masa peak season.
“Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya tak lupa menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Dirlantas Polda Metro Jaya beserta jajaran, yang telah memberikan dukungan penuh dalam pengaturan dan pengendalian lalu lintas di kawasan penyanggah pelabuhan Tanjung Priok. Senergi yang terjalin dan koordinasi dilapangan terbukti waktu menjaga arus kendaraan dan mencegah terjadinya kemacetan berpotensi menganggu operasional pelabuhan. Dan ucapan terimakasih kepada seluruh stakeholder dan pihak – pihak terkait serta seluruh personel yang bertugas mengatur logistik nasional berjalan lancar,” pungkas Masyhud.
Sementara, Kepala KSOP Utama Tanjung Priok Capt Heru Susanto mengatakan pihaknya sangat berterimakasih kepada semua pihak yang terlibat membantu dalam menjalankan Operasional Pengendalian Arus Logistik Terpadu Pada Periode Pasca Idul Fitri Tahun 2026, sejak tanggal 30 Maret 2026 hingga sampai dengan tanggal 19 April 2026.
“Selain itu, kita sudah berhasil menerapkan gate pass dan aturan sandar kapal, kita harapkan pada hari ini Senin (20/4/2026) sudah normal kembali. Hal ini berhasil tidak terlepas peran serta maupun bantuan dari Operator dan seluruh Direktur Terminal yang ada di pelabuhan Tanjung Priok, Dirlantas Polda Metro Jaya, Satlantas Jakarta Utara, Satlantas Pelabuhan Tanjung Priok, Satlantas Jakarta Utara dan Dinas Perhubungam DKI Jakarta serta Suku Dinas Perhubungan Walikota Jakarta Utara,” jelas Capt Heru Susanto.
Capt.Heru Susanto menambahkan jadi saat ini Command Center sudah dilepas dan sudah tidak ada yang jaga sebelumnya 24 jam dijaga disana dan laporan – laporan YOR dan sandar kapal, maupun lalu lintas CCTV dipantau alhamdulillah tidak ada kejadian sangat dikawatirkan, semuanya dapat berjalan lancar hal ini tidak terlepas dari bantuan rekan – rekan media.
“Kedepan kalau ada peak seasan seperti ini, kita akan rapatkan dengan stakeholder dan seluruh asosiasi – asosiasi serta para direksi terminal operator yang ada di pelabuhan Tanjung Priok,” tutup Capt.Heru Susanto.
Executive General Manager (EGM) Pelindo Regional 2 Cabang Tanjung Priok Yandri Trisaputra menyampaikan pelaksanaan operasional Command Center berhasil adalah merupakan hasil kolaborasi dan sinergi dari seluruh instansi terkait dan stakeholder pelabuhan Tanjung Priok serta bantuan dari rekan – rekan media.
“Kami mewakili manajemen Pelindo mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dan membantu Operasional Command Center Pengendalian Arus Logistik Terpadu Pada Periode Pasca Idul Fitri Tahun 2026, di Pelabuhan Tanjung Priok, kedepannya kita harus lebih meningkatkan supaya operasional pelabuhan Tanjung Priok tetap lancar dan bergeliat terus arus logistik secara nasional,” pungkas Yandri.(MM-01).
