
mimbarmaritim.id (Surabaya)
PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus memperkuat komitmennya untuk terus menciptakan lingkungan kerja yang aman dan mengutamakan keselamatan seluruh pekerja melalui penyelenggaraan pelatihan Basic Life Support (BLS) bagi petugas operasional dan Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).
Kegiatan BLS ini telah dilaksanakan pada Selasa (3/11/2026) lalu bertempat di Ruang Toba TPS. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kesiapsiagaan para petugas dalam memberikan pertolongan pertama kepada korban mengalami kondisi gawat darurat, khususnya yang membutuhkan tindakan penyelamatan jiwa secara cepat dan tepat.
Adapun materi dalam pelatihan secara teori mencakup pertolongan pertama pada gangguan lokal maupun gangguan umum, penanganan awal cedera, pendarahan, luka bakar, dan tersedak. Selain itu, para peserta pelatihan mendapatkan pembekalan mengenai Resusitasi Jantung Paru (RJP), penggunaan Automated External Defibrillator (AED), penanganan kondisi darurat, pembalutan, pembidaian, pemindahan dan evakuasi korban, hingga pendampingan korban sampai ambulans atau tenaga medis tiba.
Selain pembekalan teori, pelatihan juga dilengkapi dengan praktik langsung dan studi kasus. Rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test, dilanjutkan penyampaian materi, praktik keterampilan pertolongan pertama, post-test, dan ditutup dengan evaluasi kegiatan pelatihan.
Pendekatan melalui pelatihan tersebut diharapkan dapat membantu peserta memahami sekaligus mengaplikasikan keterampilan yang diperoleh ketika menghadapi situasi darurat di lingkungan kerja.
Direktur Utama TPS, Ali Sodikin, mengatakan kemampuan memberikan pertolongan pertama merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki oleh petugas, terutama mereka yang bertugas di area operasional dengan tingkat aktivitas dan potensi risiko pekerjaan yang beragam.
“Keselamatan merupakan prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional TPS. Melalui pelatihan Basic Life Support ini, kami ingin memastikan bahwa petugas memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar untuk memberikan pertolongan secara cepat dan tepat ketika menghadapi kondisi darurat,” ujar Ali Sodikin melalui keterangan resmi diterima redaksi Mimbar Maritim, Minggu (8/11/2026).
Menurutnya, bahwa dalam situasi dan kondisi dadurat tentu membutuhkan penanganan segera, dan kemampuan petugas untuk memberikan pertolongan pertama dapat menjadi faktor penting menyelamatkan nyawa seseorang.
Ali Sodikin menegaskan bahwa peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang
keselamatan dan kesehatan kerja merupakan bagian dari upaya perusahaan membangun
budaya keselamatan yang kuat dan berkelanjutan.
“Harapan kami, pengetahuan yang diperoleh petugas melalui pelatihan tersebut tidak hanya menjadi bekal bagi peserta dalam menjalankan tugas sehari – hari, tetapi juga membangun rasa kepedulian dan kesiapsiagaan bersama. Karena budaya keselamatan harus menjadi tanggung jawab seluruh insan perusahaan, bukan hanya menjadi tugas fungsi tertentu,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, tambah Ali sofikin, TPS berharap para petugas operasional dan HSSE semakin sigap, tanggap, dan percaya diri dalam menghadapi situasi gawat darurat. Peningkatan kapasitas ini sekaligus menjadi bagian dari langkah berkelanjutan perusahaan dalam memperkuat penerapan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE), guna mendukung kelancaran operasional terminal yang aman, andal. (MM-01).
