
mimbarmaritim.id (Jakarta)
Pelindo Regional 2 Cabang Tanjung Priok telah menggelar kegiatan Coffee Morning bersama instansi pemerintah dan stakeholder di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok, Jumat (30/10/2026) lalu, bertempat di Auditorium Museum Maritim Indonesia, Tanjung Priok Jakarta Utara. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi seluruh pihak untuk mempererat hubungan sekaligus membahas berbagai hal terkait pelayanan dan operasional kepelabuhanan.
Hadir dalam kgiatan ini yakni perwakilan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, KSOP Utama Tanjung Priok, Polres Pelabuhan Tanjung Priok, KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Kantor Balai Besar Karantina Hewan dan Tumbuhan DKI Jakarta serta stakeholder lainnya. Acara Coffee Morning tersebut juga diisi dengan perkenalan pejabat baru dari sejumlah instansi yang bertugas di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok.
Kepala KSOP Utama Tanjung Priok, Ir. Jon Kenedi, M.Mar.Eng., M.M., IPU., ASEAN Eng pada kesempatan itu mengatakan bahwa koordinasi antar instansi memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran kegiatan kepelabuhanan. Mengingat banyaknya pihak yang terlibat dalam aktivitas pelabuhan, komunikasi dan kerja sama yang baik perlu terus dijaga.
“Kolaborasi antarinstansi menjadi kunci dalam mewujudkan penyelenggaraan kegiatan kepelabuhanan yang aman, tertib, dan lancar. Kami berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus diperkuat melalui koordinasi yang baik antara regulator, operator pelabuhan, dan seluruh stakeholder terkait,” ujar Jon Kenedi.
Sementara, Excecutive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, Yandri Trisaputra, mengatakan bahwa hubungan baik dengan seluruh stakeholder merupakan bagian penting dalam mendukung kegiatan operasional pelabuhan. Menurutnya, komunikasi yang terbuka diperlukan agar berbagai tantangan maupun kebutuhan di lapangan dapat dibahas dan ditindaklanjuti bersama.
“Pelabuhan Tanjung Priok merupakan ekosistem yang melibatkan berbagai instansi dan asosiasi dengan peran serta tanggung jawab masing-masing. Oleh karena itu, sinergi dan kolaborasi menjadi hal yang sangat penting dalam menjaga kelancaran aktivitas kepelabuhanan. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat komunikasi yang lebih terbuka, membangun hubungan yang semakin erat, serta memberikan ruang bagi seluruh stakeholder untuk menyampaikan masukan dan pandangan demi terciptanya lingkungan pelabuhan yang kondusif, aman, produktif, dan berdaya saing,” jelas Yandri.
Dalam kesempatan itu Yandri, Pelindo juga menyampaikan sosialisasi peralihan penerbitan Nota Layanan Jasa Barang Nonpetikemas dari PT Pelabuhan Tanjung Priok kepada PT Pelabuhan Indonesia (Persero). Peralihan ini merupakan bagian dari penataan proses bisnis Pelindo Group untuk menyederhanakan proses administrasi dan mengintegrasikan layanan kepada pengguna jasa.
“Perubahan tersebut direncanakan mulai berlaku pada tanggal 1 Desember 2026. Setelah peralihan, penerbitan nota tagihan atas layanan jasa barang nonpetikemas dilakukan langsung oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero). Sementara itu, pengajuan layanan oleh pengguna jasa tetap menggunakan Customer Portal eksisting tanpa perubahan alur operasional. Dengan demikian, perubahan hanya dilakukan pada mekanisme administrasi penerbitan nota dan tidak mengubah proses pelayanan operasional,” terang Yandri.
Yandri menambahkan Pelindo Regional 2 Cabang Tanjung Priok berharap pertemuan seperti ini dapat terus menjadi ruang komunikasi antara perusahaan dan seluruh instansi di lingkungan pelabuhan. Hubungan kerja sama yang terjaga dengan baik diharapkan dapat mendukung kelancaran pelayanan dan aktivitas logistik khususnya di Pelabuhan Tanjung Priok.(MM-01).
