mimbarmaritim.id (Cirebkn)
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Cirebon bersama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Cirebon, PT Pelindo Jasa Maritim, PT Pelindo Jasa Armada Indonesia Area V dan PT PTP Multipurpose Branch Cirebon melakukan penandatanganan Berita Acara Kesepakatan Standardisasi Penamaan Fasilitas Dermaga di Wilayah Operasi Pelabuhan Cirebon, bertempat di Kantor KSOP Kelas II Cirebon, Kamis (25/9/2025).
Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Kepala Kantor KSOP Kelas II Cirebon Ferry Anggoro Hendianto, General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Cirebon Darwis, Deputi Manager Unit PT Pelindo Jasa Maritim Indonesia Pujo Putranto, General Manager PT Jasa Armada Indonesia Tbk Area V Dàdan Ramdan Agustina dan Branch Manager (BM) PT PTP Multipurpose Branch Cirebon Hari Priatna.

Ferry dalam sambutannya mengatakan penandatanganan Berita Acara ini berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor A.916/AL.308/DJPL tanggal 21 Agustus 2025. “Penandatanganan Berita Acara ini berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor A.916/AL.308/DJPL perihal Perizinan Berusaha Pengoperasian Pelabuhan Cirebon yang Diusahakan oleh Badan Usaha Pelabuhan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) di Kota Cirebon Provinsi Jawa Barat,”ucap Ferry.
Menurut Ferry, langkah ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk mewujudkan tata kelola pelabuhan yang lebih tertib, efisien, dan terstandarisasi. “Penamaan fasilitas dermaga yang seragam dan terstandardisasi sangat penting untuk menunjang kelancaran arus barang dan jasa, mempercepat proses administrasi, serta meningkatkan keselamatan dan keamanan pelayaran. Dengan kesepakatan ini, kita memiliki rujukan bersama yang sah dan dapat dijadikan acuan dalam seluruh aktivitas operasional di Pelabuhan Cirebon,” ujarnya.

Lebih lanjut Ferry mengatakan standardisasi ini mencakup penamaan dermaga berdasarkan lokasi, fungsi, dan identitas operator yang mengelola atau menggunakan fasilitas tersebut. Implementasi dari kesepakatan ini akan dilakukan secara bertahap, disertai dengan pembaruan dokumen teknis, papan nama dermaga, serta sistem informasi pelabuhan yang terintegrasi.
“Melalui kolaborasi lintas stakeholder ini, diharapkan Pelabuhan Cirebon dapat terus berkembang menjadi pelabuhan yang kompetitif, modern, dan adaptif terhadap kebutuhan logistik nasional maupun regional,” pungkas Ferry. (Red-MM).
