
mimbarmaritim.id (Cirebon)
PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) Non Petikemas, anak perusahaan PT.Subholding Pelindo Multi Terminal (SPMT), berkomitmen memperkuat penerapan operasional yang ramah lingkungan di Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat, terutama pada aktivitas bongkar muat batubara yang menjadi pasokan utama bagi kebutuhan industri di wilayah Cirebon dan sekitarnya. Upaya yang dilakukan PTP Non Petikemas Cabang Cirebon ini tujuan utamanya adalah untuk memastikan kegiatan logistik berlangsung bersih, terkontrol, dan minimnya gangguan lingkungan bagi masyarakat sekitar operasional Pelabuhan.
PTP Non Petikemas Cabang Cirebon yang terletak di wilayah Kotamadya Cirebon – Jawa Barat melayani berbagai macam komoditi yakni curah kering, curah cair, dan general cargo. Komoditi curah kering antara lain batubara, pasir, clinker, semen, dan gypsum. Komoditi curah cair seperti RBD olien atau minyak sawit, crude palm oil (CPO) biosolar, aspal. Sedangkan untuk general cargo, komoditi yang dihandle adalah heavy equipment, project cargo, pipa, dan produk lainnya.
Branch Manager (BM) PTP Nonpetikemas Cabang Cirebon Hari Priyatna menjelaskan dalam pelaksanaannya PTP Non Petikemas Cabang Cirebon dalam operasional bongkar muat khususnya curah kering batu bara menerapkan pengendalian debu berlapis, mulai dari pemasangan nozzle spray mist pada kapal, penutupan terpal pada truk pengangkut segera setelah muat di truk, hingga penyiraman dan pembilasan setiap kendaraan sebelum keluar dari pelabuhan.
“Hal ini dilakukan untuk memastikan agar tidak ada residu batu bara yang terbawa ke luar area operasional. Jalur-jalur operasional juga disiram rutin menggunakan water tank agar permukaan jalan tetap lembab dan tidak memicu debu,” kata Hari Priyatna kepada Mimbar Maritim diruang kerjanya, Jumat (14/11/2024).
Selain itu, lanjut Hari Priyatna, area yang berbatasan dengan permukiman warga sekitar pelabuahan juga dilengkapi jaring pelindung setinggi 12 meter dengan spray nozzle untuk menangkap partikel debu agar tidak menyebar lebih jauh.

“Kami memastikan setiap aktivitas bongkar muat berjalan dengan standar pengendalian debu yang ketat. Fokus kami adalah menjaga lingkungan agar tetap bersih dan memastikan aktivitas pelabuhan tidak mengganggu masyarakat,” ungkap Hari Priyatna.
Dari sisi kinerja, tambah Hari Priyatna, PTP Non Petikemas Cabang Cirebon mencatat tren throughput yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga Oktober 2025, aktivitas bongkar muat mengalami kenaikan terutama pada komoditas curah kering seperti jagung, batubara, tanah liat, pasir, dan pasir kuarsa seiring meningkatnya permintaan industri.
Ia menyebutkan realisasi throughput PTP Non Petikemas Cabang Cirebon mencapai 3,2 juta ton hingga Oktober 2025, lebih tinggi dibanding periode yang sama pada 2024 yang berada di angka 2,9 juta ton, capaian ini menunjukkan tren pertumbuhan naik sekitar 7%.
Menurut, Hari Priyatna, kinerja operasional Ton/Ship/Day (T/S/D) ini turut menunjukkan performa yang solid. Hingga Oktober 2025, produktivitas bongkar muat mencapai 2.705,93 T/S/D, melampaui target s/d oktober 2025 sebesar 2.468 T/S/D, atau lebih tinggi 8,85 %. Capaian ini menegaskan ritme produksi yang efisien dan konsisten, sekaligus menjadi faktor pendorong utama peningkatan throughput PTP Non Petikemas Cabang Cirebon sepanjang tahun.
“PTP Non Petikemas menegaskan bahwa konsistensi dalam pengendalian lingkungan dan peningkatan kinerja operasional akan terus dilakukan sebagai bagian dari komitmen perusahaan menjaga keberlanjutan usaha serta memastikan hubungan yang harmonis dengan masyarakat di sekitar pelabuhan Cirebon.” pungkas Hari Priyatna.(MM-01).
