
mimbarmaritim.id (Surabaya)
PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) menyelenggarakan Program Pengabdian
Masyarakat berupa pemeriksaan kesehatan gratis bagi pengemudi truk pengangkut peti kemas yang merupakan pengguna jasa TPS.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu (1/11/2026) kemarin bertempat di Shelter Ekspor dan Impor TPS sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan para mitra kerja yang berperan penting dalam mendukung kelancaran arus logistik di Pelabuhan Tanjung Perak – Surabaya.
Program yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Airlangga Medical Scientific Week (AMSW) 2026 ini menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan umum dan kesehatan gigi secara
gratis. Jenis pemeriksaan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol, gula darah, asam urat, serta skrining kesehatan gigi. Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa FK UNAIR dan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga di bawah supervisi tenaga kesehatan profesional.
Melalui kegiatan ini, TPS dan FK UNAIR berupaya meningkatkan kesadaran para pengemudi truk terhadap pentingnya menjaga kondisi kesehatan, mengingat profesi tersebut memiliki mobilitas
tinggi dan menjadi salah satu elemen vital dalam rantai pasok logistik nasional. Selain memperoleh hasil pemeriksaan kesehatan, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pola hidup sehat dan pencegahan dini terhadap berbagai penyakit tidak menular.
Direktur Utama TPS, Ali Sodikin, mengatakan bahwa program tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menciptakan ekosistem logistik yang tidak hanya berfokus pada aspek operasional, tetapi juga pada kesejahteraan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam proses layanan terminal.
“Pengemudi truk memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran distribusi barang dan arus peti kemas. Karena itu, kesehatan mereka menjadi perhatian bersama. TPS menyambut baik kolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dalam menghadirkan layanan
kesehatan gratis ini sebagai bentuk kepedulian terhadap para pengguna jasa sekaligus upaya mendorong budaya hidup sehat di lingkungan logistik dan kepelabuhanan,” jelas Ali Sodikin.
Selain kegiatan pengabdian masyarakat, tambah Ali Sodikin, para peserta AMSW 2026 juga mengikuti kunjungan edukatif ke TPS untuk memperoleh wawasan mengenai operasional terminal peti kemas, implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta peran strategis pelabuhan dalam mendukung konektivitas logistik nasional dan perdagangan internasional.
“TPS berharap kegiatan kolaboratif dengan institusi pendidikan seperti Universitas Airlangga ini dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, dunia pendidikan, dan industri kepelabuhanan. Sinergi antara dunia akademik dan dunia usaha diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong terciptanya lingkungan kerja yang sehat, aman, dan produktif,” tutup Ali Sodikin.(Red-MM).
