
mimbarmaritim.id (Belawan)
Dalam rangka menjamin keselamatan, keamanan, dan kelancaran penyelenggaraan angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru Tahun 2026 (Nataru 2025 – 2026) Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Belawan secara optimal terus melaksanakan kegiatan pengawasan dan pemantauan terhadap operasional angkutan laut penumpang dan barang di wilayah Pelabuhan Belawan – Medan, Sumatera Utara.
“Kegiatan pengawasan tersebut dilaksanakan selama periode posko Nataru dari tanggal 18 Desember 2025 sampai dengan 8 Januari 2026 , yang meliputi pemeriksaan kelaiklautan kapal, kesiapan awak kapal, pemenuhan persyaratan teknis dan administratif, serta penerapan standar keselamatan dan keamanan pelayaran,” demikian disampaikan Kepala Kesyahbadaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Belawan Mukhlis Tohepaly S.T, M.T. kepada Mimbar Maritim diruang kerjanya, di Belawan, Senin (5/1/2026).
Selain itu, lanjut Muklis, pihaknya juga fokus melakukan pengawasan pada pelayanan penumpang di terminal penumpang Belawan mulai dari pengaturan embarkasi dan debarkasi penumpang serta kesiapan fasilitas pelabuhan dalam menghadapi peningkatan arus mudik dan balik penumpang Nataru.
Muklis menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemantauan statistik, selama periode Nataru tercatat jumlah penumpang yang dilayani di Pelabuhan Belawan sebanyak 29.962 orang, yang terdiri dari 12.097 orang penumpang naik dan 17.865 penumpang turun. Jumlah tersebut mengalami penurunan sebesar 4,61% dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya. Adapun jumlah kapal penumpang milik PT Pelayaran Indonesia (Persero)/PELNI yang beroperasi momen Nataru sebanyak 2 unit yakni KM. Kelud dan KM.Nggapulu.
Muklis juga mengungkapkan disamping pengawan wilayah Pelabuhan Belawan, sesuai Intruksi Menteri Perhubungan Nomor 3 tahun 2025 sejak 1 Januari 2026 tugas dan fungsi KSOP Utama Belawan bertambah seiring Angkutan Sungai dan Danau di kembalikan perhubungan laut yaitu melakukan pengawasan keselamatan pelayaran di Kawasan Danau Toba.

“Sementara tugas lama yang di emban Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Penyeberangan Pelabuhan (KSOPP) Danau Toba secara bertahap akan digantikan dengan menempatkan personel dari KSOP Utama Belawan ditugaskan untuk melakukan pengawasan di seluruh pelabuhan – pelabuhan yang ada dikawasan Danau Toba. Hal ini dilakukan untuk memastikan pengawasan maupun keselamatan pelayaran di Danau Toba agar berjalan dengan baik,” terang Muklis .
Kepala KSOP Utama Belawan Mukhlis Tohepaly S.T, M.T., didampingi Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan (P2) KSOP Utama Belawan Capt.Dwiyanto S.H., M.M, M., Mar dan Kepala Seksi Pengawasan Kelaiklautan Kapal Capt.Benyamin Ricchi S.SiT, M.H.,M.Mar juga turun langsung meninjau ke kawasan Danau Toba untuk memastikan peralihan Tugas dan Fungsi Keselamatan dan Keamanan Kapal, Perlindungan Lingkungan Maritim serta pelaksanaan pelayanan Angkutan Nataru (2025-2026) berjalan lancar, aman dan kondusif.
Lebih lanjut, Muklis, juga menyampaikan bahwa hasil pengawasan yang dilaksanakan Kantor KSOP Utama Belawan menunjukkan bahwa secara umum penyelenggaraan angkutan laut selama periode Natal dan Tahun Baru di Pelabuhan Belawan dan angkutan penyebrangan Danau Toba berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Seluruh kapal yang dioperasikan telah memenuhi persyaratan kelaiklautan dan keselamatan pelayaran, serta awak kapal dinyatakan sehat dan memiliki sertifikat yang masih berlaku.
Dia menambahkan bahwa selama periode pengawasan Nataru tidak ditemukan kejadian menonjol yang berdampak signifikan terhadap keselamatan dan keamanan pelayaran baik di Pelabuhan Belawan maupun pelabuhan-pelabuhan dikawasa Danau Toba. Koordinasi antara KSOP Utama Belawan dengan seluruh instansi terkait, operator pelabuhan, dan pemangku kepentingan lainnya berjalan dengan baik sehingga pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa pelabuhan dapat terlaksana secara optimal.
“Dengan demikian, kegiatan pengawasan angkutan Natal dan Tahun Baru (2025-2025) oleh KSOP Utama Belawan dapat disimpulkan berjalan efektif dalam mendukung keselamatan, keamanan, dan kelancaran transportasi laut dan danau selama periode Nataru (2025-2026),” pungkas Muklis.(MM-01).
