
mimbarmaritim.id (Panjang)
Mengawali tahun 2026 PT Pelindo Regional 2 Cabang Panjang Provinsi Bandar Lampung, melalui anak perusahaan IPC Terminal Petikemas Area Panjang menghadirkan perubahan wajah baru pada sarana prasarana melalui fasilitas Integrated Planning & Control yang telah diresmikan pada, Rabu (21/1/2026) yang lalu.
Fasilitas Integrated Planning & Control ini sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam melakukan standarisasi fasilitas dan layanan kepelabuhanan. Transformasi ini menjadi langkah strategis untuk mendorong peningkatan efisiensi waktu, akurasi perencanaan, dan kinerja operasional terminal secara menyeluruh.
Turut hadir dalam acara tersebut diantaranya Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Panjang Hot Marojahan Hutapea,S.H., M.H., , Plh Executive Director Pelindo Regional 2 Budi Prasetio, Department Head Terminal Multipurpose Pelindo Purwadi, General Manager (GM) Pelindo Regional 2 Càbang Panjang Capt Hardianto dan Dewan Direksi dan Manajemen IPC TPK serta stakehoder lainya.
Pembenahan Integrated Planning & Control ini dirancang untuk memperkuat peran pengendalian pelayanan operasional, optimalisasi jadwal sandar kapal, hingga peningkatan kualitas pengambilan keputusan berbasis data. Seluruh inisiatif tersebut sejalan dengan komitmen IPC TPK Area Panjang untuk turut bersinergi dalam menghadirkan layanan di Pelabuhan yang andal, terstandar, dan berdaya saing.
“Awal tahun 2026 ini menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat fundamental operasional. Wajah baru Integrated Planning & Control sebagai wujud komitmen terhadap sinergi pelayan di Pelabuhan Panjang yang mendorong semangat baru IPC TPK Panjang dalam menghadirkan layanan yang semakin profesional, terukur, dan berorientasi pada kinerja,” demikian disampaikan Manager IPC TPK Area Panjang Anang Subagyono melalui keterangan resmi diterima redaksi Mimbar Maritim, Jumat (24/1/2026).
Anang menjelaskan langkah transformasi ini sejalan dengan capaian kinerja positif IPC TPK Panjang sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data operasional, realisasi arus petikemas (TEUs) tahun 2025 tercatat 33,65%. Pencapaian ini menunjukkan konsistensi pertumbuhan throughput dibandingkan tahun 2024, sekaligus mencerminkan efektivitas pengelolaan operasional terminal.
“Peningkatan kinerja tersebut turut ditopang oleh pertumbuhan volume petikemas pada sejumlah layanan, baik internasional maupun domestik. Pada layanan internasional, Mediterranean Shipping Company (MSC) mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 74% year-on-year. Sementara pada layanan domestik, kinerja positif terlihat dari Sukses Sindo Damai yang meningkat 83%, Tresnamuda Sejati yang naik 36%, serta CMA CGM yang tumbuh 4% dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” terang Anang.
Selain pertumbuhan reguler, lanjut Anang, bahwa sepanjang tahun 2025 IPC TPK Panjang juga melayani 16 ship call tambahan (Ad Hoc) yang memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan throughput terminal.
Anang mengungkapkan manajemen IPC TPK Panjang menilai bahwa pembaruan fungsi Planning & Control menjadi fondasi penting untuk menjaga momentum pertumbuhan tersebut. Dengan sistem perencanaan dan pengendalian yang semakin terstandar, diharapkan proses operasional menjadi lebih efisien, waktu layanan semakin singkat, serta produktivitas terminal terus meningkat.
Menurut dia, bahwa pembaharuan Integrated Planning & Control ini merupakan bagian dari komitmen IPC TPK Panjang dalam melakukan standarisasi fasilitas dan layanan terminal. Kami ingin memastikan seluruh proses perencanaan dan pengendalian operasional berjalan lebih terukur, responsif, dan efisien. Dengan fondasi ini, kami optimistis kinerja ke depan dapat terus tumbuh dan pelayanan kepada pengguna jasa semakin andal.
“Ke depan, IPC TPK Panjang optimistis transformasi ini akan memperkuat daya saing terminal, menjaga kepercayaan pelanggan, serta mendukung pencapaian target kinerja perusahaan secara berkelanjutan,” pungkas Anang.(Red-MM).
