
mimbarmaritim.id (Jakarta)
PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) memperkuat strategi komunikasi perusahaan melalui inisiatif Strengthening Communication : One Voice, One PTP sebagai upaya menjaga reputasi dan kepercayaan publik di tengah industri kepelabuhanan yang semakin kompetitif dan terhubung secara digital.
Direktur Utama PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani, mengatakan reputasi perusahaan tidak hanya dibentuk oleh kinerja operasional dan capaian bisnis, tetapi juga oleh konsistensi sikap, perilaku, dan komunikasi seluruh insan perusahaan. Menurutnya, setiap pekerja PTP Nonpetikemas merupakan representasi perusahaan, baik di lingkungan kerja, ruang publik, maupun ruang digital.
“One Voice, One PTP bukan berarti menyeragamkan pandangan, melainkan menyatukan nilai dan sikap. Setiap pernyataan dan perilaku insan perusahaan berkontribusi langsung terhadap citra PTP Nonpetikemas,” ujar Indra Hidayat Sani kepada awak media di Jakarta,Kamis (12/2/2026).
Dalam konteks komunikasi digital, lanjut Indara, PTP Nonpetikemas menyoroti peran media sosial sebagai sarana strategis sekaligus ruang berisiko. Arus informasi yang cepat membuat batas antara opini pribadi dan sikap institusi kian kabur, sehingga etika dan kehati-hatian dalam bermedia sosial menjadi faktor penting dalam menjaga reputasi perusahaan.
“Saya ingin menekankan bahwa setiap karyawan adalah wajah dari perusahaan. Maka, mari dari itu kita harus tetap bijak dalam bermedia sosial,” ungkap Indra.
Menurut Indra, nelalui inisiatif ini, perusahaan mendorong setiap insan PTP Nonpetikemas untuk mempertimbangkan dampak setiap unggahan, komentar, dan respons digital terhadap persepsi publik, sekaligus memastikan informasi yang disampaikan akurat, terverifikasi, dan profesional.
Indra menambahkan PTP Nonpetikemas juga memperkuat peran Tim Komunikasi Perusahaan dan membentuk Duta Komunikasi Digital (DigiWarrior) sebagai garda terdepan komunikasi korporasi. DigiWarrior tidak hanya berfungsi sebagai kreator konten, tetapi juga sebagai penjaga reputasi, pengelola isu, serta penguat narasi positif perusahaan di ruang digital termasuk sebagai pendukung Squadron Pelindo dan bagian dari upaya amplifikasi informasi strategis Pelindo Grup.
“Penguatan komunikasi terpadu melalui One Voice, One PTP diharapkan mampu membangun keselarasan pesan dari kantor pusat hingga cabang, memperkuat kepercayaan publik, serta mendukung keberlanjutan bisnis PTP Nonpetikemas ke depan,” kata Indra.
Indra juga mengungkapkan penguatan strategi One Voice, One PTP ini dijalankan melalui Webinar Internal Komunikasi “One Voice, One PTP” yang diikuti seluruh Pekerja PTP Nonpetikemas, serta dilanjutkan dengan Pelatihan Komunikasi dan DigiWarrior PTP Nonpetikemas yang berlangsung di Jakarta pada tanggal 9 -11 Februari 2026. Hal ini sebagai bagian dari upaya membangun keselarasan pesan dan kapasitas komunikasi insan perusahaan dari kantor pusat hingga seluruh cabang.
“PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) merupakan operator terminal nonpetikemas di Indonesia yang berpengalaman dalam menangani kegiatan bongkar muat kargo curah cair, curah kering, general cargo dan lain-lain. PTP Nonpetikemas telah beroperasi di 11 cabang Pelabuhan yang tersebar di seluruh wilayah strategis Indonesia yaitu DKI Jakarta-Cabang Pelabuhan Tanjung Priok, Banten-Cabang Pelabuhan Banten, Jawa Barat-Cabang Cirebon, Lampung-Cabang Panjang, Bengkulu – Cabang Bengkulu, Sumatera Selatan-Cabang Palembang, Jambi-Cabang Jambi, Sumatera Barat-Cabang Teluk Bayur, Kepulauan Bangka Belitung-Cabang Tanjung Pandan dan Cabang Pangkal Balam serta Kalimantan Barat-Cabang Pontianak,” terang Indra.(Red-MM).
