
mimbarmaritim.id (Jakarta)
Di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global dan dinamika geopolitik yang mempengaruhi perdagangan internasional, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC) memperkuat strategi bisnis melalui integrasi layanan logistik otomotif dan transformasi digital guna menjaga ketahanan operasional serta meningkatkan daya saing industri otomotif nasional. Melalui konsep Integrated Auto Solutions, IPCC menghadirkan ekosistem layanan logistik kendaraan yang mengintegrasikan seluruh rantai nilai mulai dari terminal kendaraan, pengiriman, transportasi darat, pusat distribusi kendaraan hingga distribusi ke dealer dalam satu platform layanan yang terstandarisasi dan terdigitalisasi
Direktur Utama IPCC, Sugeng Mulyadi mengatakan bahwa strategi ini menjadi langkah penting bagi perseroan untuk memperkuat ketahanan bisnis di tengah dinamika industri global. “Melalui konsep Integrated Auto Solutions, kami ingin menghadirkan ekosistem logistik otomotif yang lebih terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan. Strategi ini tidak hanya memperkuat daya saing IPCC dalam scope nasional namun juga menjadi fondasi menatap bisnis berskala global. Tidak hanya mendukung pertumbuhan industri otomotif nasional namun juga memastikan perusahaan mampu beradaptasi dengan dinamika ekonomi global,” terang Sugeng Mulyadi melalui keterangan resmi kepada awak media di Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Transformasi tersebut turut diperkuat dengan pengembangan sistem digital terminal kendaraan PTOS-C yang memungkinkan visibilitas data secara real-time bagi pelanggan dan pemangku kepentingan sehingga meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat proses layanan, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Selain itu, IPCC juga menjalankan inisiatif Green Port sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan melalui efisiensi energi, pengurangan emisi, dan optimalisasi operasional yang lebih ramah lingkungan. Langkah ini diharapkan mampu mendukung terciptanya rantai pasok otomotif yang lebih hijau sekaligus memperkuat efisiensi logistik nasional.
Sugeng menyebutkan dengan strategi integrasi layanan, penguatan digitalisasi, serta pengembangan jaringan pada 5 terminal satelit di berbagai wilayah Indonesia, IPCC optimistis mampu terus memperkuat posisinya sebagai simpul penting dalam ekosistem logistik otomotif nasional sekaligus menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi pelanggan, pemegang saham, dan masyarakat.
Menurut dia, sebagai bagian dari penguatan ekosistem Integrated Auto Solutions, IPCC turut mengembangkan lini bisnis inland transportation sebagai elemen strategis dalam menciptakan rantai nilai logistik otomotif yang terintegrasi secara end-to-end. Melalui optimalisasi konektivitas distribusi darat dari terminal kendaraan menuju pusat distribusi hingga jaringan dealer di berbagai wilayah, layanan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi dan keandalan operasional, tetapi juga memperkuat fondasi model bisnis yang adaptif dan berkelanjutan.
Integrasi antara layanan terminal, distribusi darat, serta ekosistem digital yang dikembangkan IPCC menjadi langkah strategis perusahaan dalam menciptakan nilai tambah jangka panjang sekaligus memperkuat daya saing industri logistik otomotif nasional di tengah dinamika ekonomi global.
“Melalui penguatan integrasi layanan, digitalisasi ekosistem, serta pengembangan bisnis berbasis keberlanjutan, IPCC optimistis dapat terus menjadi penggerak utama dalam membangun ekosistem logistik otomotif nasional yang tangguh, efisien, dan berdaya saing global,” tutup Sugeng.(Red-MM).
