
mimbarmaritim.id (Surabaya)
Puluhan peserta terlihat mengikuti berbagai sesi pelatihan bertempat di Aula Kantor Kecamatan Pabean Cantikan tampak lebih ramai pada tanggal 19 – 20 Mei 2026, yang digelar PT Pelindo Daya Sejahtera (PDS) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program TJSL ini merupakan bagian program dari perusahaan bagi masyarakat ring 1 di sekitar wilayah operasional dengan tajuk “Kampung Siap Kerja.”
Kegiatan program ini diikuti 25 orang peserta melalui pelatihan yang dirancang untuk memberikan bekal dasar menghadapi dunia kerja, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, maupun kesiapan mental kerja. Peserta yang mengikuti program ini sebelumnya telah melalui proses pendataan dan koordinasi bersama pihak Kecamatan Pabean Cantikan, sehingga pelatihan dapat menjangkau masyarakat yang memang sedang mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja dan membutuhkan peningkatan kompetensi kerja.
Dalam pelatihan ini tidak hanya berisi teori, namum dikemas secara interaktif melalui diskusi dan praktik langsung agar peserta dapat memahami materi dengan lebih mudah. Materi pelatihan meliputi pre-employment process, safety induction dan dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), service excellent, hingga praktik pembersihan lantai dan pembersihan kaca. Materi ini dipilih berdasarkan kebutuhan dasar yang banyak dibutuhkan di sektor jasa dan operasional, khususnya bagi masyarakat yang sedang mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.
Pada pelatihan ini seluruh materi disampaikan langsung oleh pegawai manajemen PDS yang memiliki pengalaman dan kompetensi sesuai bidangnya masing-masing. Kehadiran praktisi internal perusahaan membuat suasana pelatihan terasa lebih dekat karena peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga mendapatkan gambaran nyata mengenai budaya kerja profesional di lingkungan industri.
Antusiasme peserta terlihat selama pelatihan berlangsung dan saat sesi praktik dimulai, peserta tampak aktif mencoba teknik pembersihan sesuai arahan instruktur, sementara di sesi diskusi banyak peserta memanfaatkan kesempatan untuk bertanya mengenai dunia kerja dan pengalaman di lapangan.
Salah satu peserta pelatihan atas nama Mazidatur Robiah, mengatakan selain dapat materi pelatihan, saya juga senang karena jadi bisa bertemu dan berdiskusi dengan banyak orang yang memiliki semangat untuk mencari peluang kerja. “Suasananya jadi membuat kami lebih termotivasi dalam pelatihan dan sangat bermanfaat sekali saat mencari peluang kerja,” ujar Robiah.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro pada sesi terakhir penutupan pelatihan tersebut, seluruhbpeserta juga mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya soft skill di tengah persaingan kerja saat ini sekaligus informasi mengenai peluang kerja dan kebutuhan tenaga kerja khususnya di wilayah Surabaya.
Agus Hebi Djuniantoro menjelaskan persaingan dunia kerja saat ini tentu semakin ketat. Melalui pelatihan ini, salah satu modal utama kesempatan peserta untuk memasuki dunia kerja diharapkan menjadi lebih besar. Karena pada pelatihan ini sudah dibekali keterampilan dasar, kesiapan kerja, serta pemahaman mengenai dunia industri dan pelayanan.
“Kami berharap ilmu yang telah diberikan selama dua hari pelatihan tidak berhenti hanya di ruang pelatihan, tetapi dapat terus dikembangkan dan diterapkan sebagai bekal untuk menghadapi dunia kerja ke depannya,” ujarnya.
Sementara, Direktur Utama PT Pelindo Daya Sejahtera, M. Fatkhurroji, mengatakan bahwa program pelatihan tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen perusahaan untuk terus hadir dan tumbuh bersama masyarakat sekitar perusahaan.
“Lewat program ini, kami ingin masyarakat punya bekal dan rasa percaya diri saat masuk ke dunia kerja. Harapannya, pelatihan ini bisa benar-benar bermanfaat dan membuka peluang baru bagi masyarakat sekitar,” katanya.
M. Fatkhurroji menambahkan melalui program Kampung Siap Kerja menjadi salah satu upaya PDS untuk menghadirkan pelatihan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus membuka ruang kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat dalam menyiapkan tenaga kerja yang lebih siap dan kompeten.
“Karena di tengah persaingan dunia kerja yang terus berkembang, pelatihan ini diharapkan dapat menjadi ruang tumbuh bagi masyarakat untuk belajar, berkembang, dan membuka peluang baru bagi masa depan para peserta,” tutupnya.(MM-01).
