mimbarmaritim.id (Ambon)
Terminal Peti Kemas (TPK) Ambon mencatat kinerja positif sepanjang Semester I Tahun 2026 dengan realisasi arus peti kemas mencapai 56.834 TEUs, meningkat 8,45% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 52.405 TEUs. Capaian ini menegaskan peran strategis TPK Ambon dalam mendukung kelancaran arus logistik serta memperkuat konektivitas wilayah Maluku dan Indonesia Timur.
Sebagai salah satu simpul penting jaringan logistik di kawasan Timur Indonesia, TPK Ambon terus meningkatkan keandalan layanan guna memastikan distribusi barang antarpulau berlangsung lebih efisien, lancar, dan berkelanjutan.
Terminal Head TPK Ambon, Yandi Sofyan Hadi, mengatakan bahwa peningkatan arus peti kemas tidak hanya didorong oleh meningkatnya aktivitas perdagangan dan distribusi logistik, tetapi juga oleh pertumbuhan penanganan peti kemas transshipment di Terminal Peti Kemas Ambon.
Kondisi tersebut menunjukkan semakin strategisnya peran TPK Ambon sebagai hub logistik di kawasan timur Indonesia, yang merupakan hasil dari transformasi operasional yang berorientasi pada penguatan fungsi terminal dalam sistem logistik regional.
“Capaian arus peti kemas tahun 2026 menunjukkan bahwa TPK Ambon semakin berperan dalam menjaga kelancaran arus logistik di Maluku dan Indonesia Timur. Melalui program transformasi operasional, kami terus menghadirkan layanan yang lebih efisien, andal, dan kompetitif,” demikian disampaikan Yandi Sofiyan Hadi melalui keterangan resmi diterima redaksi Mimbar Maritim, Kamis (30/7/2026).
Lebih lanjut, Yandi menegaskan komitmen perusahaan untuk terus memperkuat peran TPK Ambon sebagai penopang logistik kawasan Timur Indonesia.
“Pada Semester II Tahun 2026, kami akan melanjutkan berbagai program peningkatan, termasuk penguatan digitalisasi layanan, peningkatan efisiensi operasional, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Selain itu, proses bisnis peti kemas kini telah kami tangani secara end-to-end, mulai dari kegiatan bongkar muat dari kapal hingga proses penerimaan maupun pengeluaran barang di lokasi stripping dan stuffing,” sebut Yandi.
Pertumbuhan arus peti kemas juga didukung oleh meningkatnya aktivitas perdagangan dan distribusi barang di wilayah Maluku, stabilitas operasional terminal, serta sinergi yang kuat dengan perusahaan pelayaran dan para pemangku kepentingan terkait.
Sementara, Ketua DPW ALFI/ILFA Provinsi Maluku, H.B. Sirait, mengatakan pihaknya mengapresiasi capaian TPK Ambon selama Semester I Tahun 2026. Menurutnya, pertumbuhan arus peti kemas tersebut merupakan hasil dari konsistensi perusahaan dalam menjaga kinerja operasional serta kesiapan peralatan bongkar muat, baik di sisi kapal maupun lapangan.
H.B. Sirait juga menilai bahwa prospek pertumbuhan logistik di Maluku akan semakin terbuka seiring dimulainya pembangunan Proyek Strategis Nasional Blok Masela yang ditandai dengan groundbreaking oleh Presiden Prabowo Subianto pada tanggal 16 Juli 2026.
“Kami melihat PT Pelindo Terminal Petikemas Ambon akan terus menjaga konsistensi kinerja dan kesiapan peralatan bongkar muat, baik di kapal maupun di darat, sehingga pertumbuhan arus peti kemas dapat terus terjaga secara positif,” tutup H.B. Sirait.
Yandi menjelaskan bahwa TPK Ambon berkomitmen akan terus menjalankan program transformasi sepanjang tahun 2026 melalui optimalisasi produktivitas layanan bongkar muat, peningkatan keandalan peralatan operasional, dan penguatan kompetensi sumber daya manusia. Berbagai upaya tersebut telah mendorong peningkatan kinerja operasional terminal, yang ditunjukkan oleh kenaikan Box Ship Hour (BSH) dari 22,96 box/jam pada Semester I Tahun 2025 menjadi 30,91 box/jam pada Semester I Tahun 2026 atau tumbuh 34,63%. Sementara itu, Berthing Time berhasil ditekan dari 20 jam menjadi 15 jam pada periode yang sama. Capaian tersebut sekaligus menjadi bukti komitmen TPK Ambon dalam memberikan layanan yang semakin efektif, efisien, dan berorientasi pada kepuasan pelanggan.
“Dengan capaian tersebut, TPK Ambon optimistis dapat terus berkontribusi dalam memperkuat konektivitas logistik nasional, mendukung pertumbuhan ekonomi regional, serta mendorong pemerataan pembangunan di kawasan Indonesia Timur,” pungkas Yandi.(Red-MM).
