

mimbarmaritim.id (Surabaya)
Dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026, PT Terminal Teluk Lamong (TTL) menggelar sosialisasi tanggap darurat kebencanaan yang dilaksanakan secara daring, Selasa (27/1/2026) lalu.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, serta kesiapsiagaan seluruh insan perusahaan dan keluarga dalam menghadapi potensi keadaan darurat dan bencana, baik yang bersumber dari faktor alam maupun non-alam. Ketrampilan ini dapat bermanfaat bagi perusahaan dan bagi masyarakat umum.
Senior Manajer QHSSE PT Terminal Teluk Lamong, Anang Januriandoko mengatakan bahwa penguatan kesiapsiagaan dan tanggap darurat adalah menjadi bagian penting dari penerapan budaya keselamatan kerja di lingkungan operasional perusahaan.
“Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan salah satu prioritas utama PT Terminal Teluk Lamong, melalui sosialisasi ini, kami mendorong seluruh pegawai untuk memiliki pemahaman yang komprehensif serta kesiapan yang memadai dalam menghadapi berbagai potensi bencana dan kondisi darurat baik di perusahaan maupun di lingkungan masyarakat,” tegas Anang.
Sosialisasi ini menghadirkan Kepala Seksi Sumber Daya Kantor SAR Semarang, Asnawi Suroso, S.I.Kom., M.M., sebagai narasumber menyampaikan materi mengenai mitigasi bencana banjir, gempa bumi, dan tanah longsor. Selain itu, para peserta juga dibekali pemahaman terkait Assessment Search and Rescue (ASR) sebagai langkah awal dalam penanganan keadaan darurat.
Materi sosialisasi turut mencakup teknik dasar pemindahan korban bencana yang aman, pemahaman Resusitasi Jantung Paru (RJP), serta penanganan awal pada kondisi pendarahan dan hipotermia. Seluruh materi disampaikan secara interaktif untuk meningkatkan pemahaman praktis peserta dalam menghadapi situasi darurat.
Asnawi dalam paparannya menjelaskan bahwa salah satu aspek yang sangat terpenting dalam tanggap darurat adalah kesiapan sumber daya manusia (SDM), dengan pengetahuan yang tepat akan membantu meminimalkan risiko dan meningkatkan peluang keselamatan korban saat terjadi bencana.
Anang menambahkan pelaksanaan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi global yang semakin dinamis, termasuk dampak perubahan iklim yang meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi, dan berbagai risiko lain yang dapat memengaruhi keselamatan dan keberlangsungan operasional perusahaan.
“Melalui sosialisasi ini, PT Terminal Teluk Lamong berharap dapat meningkatkan kewaspadaan, membangun budaya sadar risiko, serta memperkuat komitmen dalam penerapan sistem tanggap darurat yang terencana dan terintegrasi, sejalan dengan semangat Bulan K3 Nasional tahun 2026 dalam mewujudkan lingkungan kerja yang aman, tangguh, dan berkelanjutan,” pungkas Anang.(Red-MM).
