
mimbarmaritim.id (Laem Chabang – Thailand)
Kepala Seksi Pengawasan Kelaiklautan Kapal Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Priok, Capt. Budi Paros Vernandes Sitohang, hadir sebagai perwakilan dari Indonesia mewakili Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan Republik Indonesi mengikuti kegiatan Internasional yaitu Acara Regional Workshop and Tabletop Exercises on Large-Scale Incidents in Ports Management yang diselenggarakan di Pelabuhan Laem Chabang, Chonburi, Thailand, pada tanggal 3 – 6 Februari 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Global Ports Safety (GPS) Project, sebuah program kerja sama internasional yang didanai oleh Uni Eropa dan Pemerintah Prancis, serta diimplementasikan oleh Expertise France bekerja sama dengan Port Authority of Thailand. Workshop ini diikuti oleh perwakilan otoritas maritim, pelabuhan, lembaga keselamatan, dan instansi penanggulangan keadaan darurat dari berbagai negara di kawasan Asia, Pasifik, dan sekitarnya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Capt. Budi Paros Vernandes Sitohang sebagai perwakilan dari Indonesia turut memberikan pemaparan mengenai sistem Maritime Comand Center (MCC) yang dimiliki oleh KSOP Utama Tanjung Priok .
Dalam pemaparannya, Capt Budi Paros Vernandes Sitohang menjelaskan bahwa MCC merupakan pusat koordinasi maritim yang mampu memantau secara terintegrasi seluruh aktivitas kapal, mulai dari pergerakan dan lalu lintas kapal (traffic), kegiatan sandar, keadaan cuaca , yard Capasity Rasio, Yor Container Rasio hingga aktivitas bongkar muat di pelabuhan Tanjung Priok.
Lebih lanjut Capt.Budi Paros Vernandes Sitohang menjelaskan bahwa sistem MCC di di Kantor KSOP Utama Tanjung Priok terintegrasi dengan Pusat Kendali di Kementerian Perhubungan RI, yang mendukung pengambilan keputusan strategis, pengawasan keselamatan pelayaran, serta koordinasi lintas instansi dalam situasi normal maupun keadaan darurat di wilayah pelabuhan dan perairan Indonesia.
Partisipasi dan kehadiran Capt.Budi Paros Vernandes Sitohang dalam forum internasional ini mewakili Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, sekaligus mencerminkan komitmen KSOP Utama Tanjung Priok dalam meningkatkan kapasitas kelembagaan serta memperkenalkan praktik terbaik nasional di bidang pengawasan dan keselamatan pelabuhan.
Capt.Budi Paros Vernandes Sitohang mengungkapkan rangkaian kegiatan workshop meliputi sesi diskusi, pertukaran pengalaman antarnegara, serta tabletop exercises (TTX) berbasis skenario insiden besar di pelabuhan, mulai dari tingkat lokal, nasional, regional, hingga internasional. “Simulasi ini bertujuan untuk menguji kesiapsiagaan, pola pengambilan keputusan, serta efektivitas koordinasi antarinstansi dalam menghadapi keadaan darurat berskala besar,” sebutnya.
Selain itu, tambah Capt.Budi Paros Vernandes Sihotang, para peserta juga mengikuti kunjungan teknis ke Pelabuhan Laem Chabang guna mempelajari secara langsung penerapan sistem manajemen keselamatan pelabuhan dan mekanisme penanganan insiden yang diterapkan oleh otoritas pelabuhan setempat.
“Melalui keikutsertaan dan kontribusi aktif dalam kegiatan ini, diharapkan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dapat memperoleh wawasan strategis dan praktik terbaik internasional yang dapat diadaptasi untuk memperkuat sistem pengawasan kelaiklautan kapal, keselamatan pelayaran, serta manajemen krisis pelabuhan di Indonesia, khususnya di Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pelabuhan utama nasional salah satu pintu gerbang perekonomian Indonesia,” pungkasnya.(Red-MM).
