
mimbarmaritim.id (Surabaya)
Menyikapi situasi darurat bencana alam yang terjadi di wilayah Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat belum lama ini. Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas II Tanjung Perak, Kamis (11/12/2025) kemarin mengerahkan armada kapal negara patroli atau KN. Grantin P. 211 ke wilayah yang terdampak bencana. Pengerahan ini sejalan dengan mandat Pemerintah untuk memberikan dukungan logistik dan misi kemanusian, mempercepat pemulihan wilayah terdampak sekaligus menunjukkan solidaritas nasional.
KN. Grantin P. 211 yang sebelumnya melaksanakan Patroli Pengawasan Keselamatan dan Keamanan Pelayaran, Penegakan Hukum dan Perlindungan Lingkungan Maritim, di Perairan Banyuwangi yang akan dilanjutkan lagi dengan Operasi Pengawasan dan Pengamanan Angkutan Laut Natal dan Tahun Baru 2025/2026, (Nataru). Namun kali ini ditugaskan juga melaksanakan misi kemanusiaan penanganan bencana alam di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat, hal ini membuktikan fleksibilitas dan kesiapan armada kapal negara tersebut.
Operasi ini melibatkan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut di wilayah Jawa Timur dalam koordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak, stakeholders maritim dan perwakilan organisasi relawan di wilayah Jawa Timur.
Kepala Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas II Tanjung Perak Capt. Rusmanu, S.H., M.M., M.Mar., mengungkapkan bahwa misi tersebut mencakup pengiriman bantuan makanan pokok, obat – obatan, pakaian layak pakai, dan perlengkapan darurat lainnya yang sangat dibutuhkan korban bencana. Nantinya bantuan disalurkan lewat jalur laut. Dengan tujuan pelabuhan – pelabuhan terdekat dengan lokasi bencana seperti Pelabuhan Kuala Langsa di Aceh dan Pelabuhan Belawan di Sumatra Utara.
“Saat ini KN. Grantin P. 211 sedang dalam pelayaran menuju Pelabuhan Muntok untuk melaksanakan Bahan Bakar Minyak, air tawar dan perbekalan ulang, dan selanjutnya kembali berlayar menuju Pelabuhan Kuala Langsa Aceh, ETA Selasa, tanggal 16 Desember 2025,” jelasnya.
Capt.Rusmanu, menambahkan kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergitas dan kolaborasi masyarakat maritim dan seluruh elemen pelabuhan di wilayah Jawa Timur terhadap saudara sebangsa yang tertimpa musibah. Hal ini menegaskan komitmen Kementerian Perhubungan dalam mendukung penanggulangan bencana baik skala lokal maupun nasional.
“Pengerahan KN. Grantin P. 211 ini adalah langkah strategis dan misi kemanusiaan yang menunjukkan peran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dalam masa tanggap darurat, bantuan pencarian dan pertolongan, juga menjadi harapan bagi para korban bencana alam di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat,” pungkas Capt.Rusmanu.(Red-MM).
